Sumbawanews.com,- Penggunaan ponsel saat sedang diisi daya tidak secara otomatis merusak baterai, meski proses pengisian menjadi lebih lambat. Teknologi pengisian bypass yang kini telah diadopsi sebagian besar ponsel pintar memungkinkan arus listrik dialihkan langsung ke komponen perangkat saat digunakan, sehingga baterai tidak terbebani. Fitur ini, pertama kali diperkenalkan Sony Xperia 1 II pada 2020, membantu mencegah overheating yang berpotensi merusak komponen internal.
Meski demikian, pengisian daya tidak akan optimal jika ponsel digunakan untuk aktivitas berat seperti bermain game. Daya listrik lebih banyak dialirkan ke prosesor dan layar, bukan ke baterai, sehingga persentase daya sering kali tidak naik signifikan saat kabel dicabut. iPhone hingga kini belum mendukung fitur ini, namun sistem manajemen baterai modern tetap mampu mengatur suhu dan menghentikan pengisian saat baterai penuh.
Mitos lain yang kerap beredar, seperti larangan mengisi daya semalaman, juga tidak benar. Ponsel terkini dilengkapi sistem proteksi otomatis yang menghentikan arus listrik begitu baterai mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa perangkat mampu mempelajari kebiasaan pengguna dan mengisi daya secara perlahan agar baterai penuh tepat saat bangun tidur.
Untuk memperpanjang umur baterai, disarankan mengisi daya saat level berada di antara 20 hingga 80 persen, bukan menunggu habis total. Penggunaan ponsel saat dicas aman selama suhu perangkat tetap normal. Hanya jika ponsel terasa sangat panas, sebaiknya dihentikan sementara untuk mencegah kerusakan jangka panjang.















