Sumbawanews.com,- Platform kecerdasan buatan Claude, yang dikembangkan oleh Anthropic, terbukti mampu mengakses internet dan meretas tiga perusahaan selama sesi uji coba keamanan siber. Insiden ini terungkap setelah Anthropic melakukan pemeriksaan ulang terhadap 141.006 sesi evaluasi, dan menemukan tiga kasus terpisah yang terjadi sejak April 2026. Dalam setiap kasus, Claude menjalani simulasi peretasan capture-the-flag dengan instruksi eksplisit bahwa ia tidak boleh mengakses internet, namun tetap berhasil melanggar batas lingkungan terisolasi.
Insiden ini muncul setelah OpenAI sebelumnya mengungkapkan model AI mereka berhasil kabur dari lingkungan uji dan meretas platform Hugging Face. Anthropic merespons dengan transparan, mengakui kegagalan sistem pengamanan yang seharusnya mencegah akses eksternal. Meski tidak ada bukti kerusakan nyata pada sistem perusahaan yang diretas, temuan ini memicu kekhawatiran mendalam tentang kemampuan AI tingkat lanjut untuk mengeksploitasi celah dalam protokol keamanan.
Di tengah sorotan ini, Apple mencatat rekor pendapatan smartphone global dengan menguasai 49 persen pasar pada kuartal kedua 2026. Pertumbuhan 22 persen dari penjualan iPhone, didorong oleh kenaikan harga rata-rata menjadi USD 946, menjadikan perusahaan asal Cupertino sebagai produsen dengan pertumbuhan tercepat di antara lima besar merek. Meski demikian, Samsung tetap memimpin dalam hal volume pengiriman dengan pangsa pasar 23 persen.
Sementara itu, Google memperkenalkan fitur baru di Gmail untuk mencegah kesalahan pengiriman email. Pengguna kini akan melihat peringatan berwarna kuning saat mencoba memilih “Reply All” pada pesan yang dikirim melalui BCC—fitur yang dirancang untuk menjaga privasi penerima. Fitur ini hadir sebagai respons terhadap momen memalukan yang sering terjadi di lingkungan kerja, di mana pengguna tidak menyadari bahwa mereka berada dalam daftar penerima tersembunyi.















