Sumbawanews.com,- Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, berharap pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persija Jakarta digelar di Bali. Ia menyebut Bali sebagai opsi terbaik karena keamanan lebih terjaga dibandingkan lokasi lain seperti Solo atau Medan, sekaligus memudahkan tim yang sedang menjalani training camp di pulau tersebut. Umuh menekankan pentingnya menghindari risiko konflik antar suporter, mengingat rivalitas sengit antara kedua klub yang kerap memicu ketegangan.
Ia menuturkan, meski Persib sebagai juara grup A berhak menjadi tuan rumah, laga ini sebaiknya tidak diselenggarakan di Bandung karena sifatnya yang sangat panas. “Mungkin antara Medan atau di Bali. Kalau pun tetap mau di Solo, ya tidak masalah. Kalau di Bali pun juga itu lebih bagus karena Persib bakal terus TC di sana. Jadi mudah-mudahan di Bali lah biar nggak bolak balik juga,” ujar Umuh, Minggu (2/8).
Selain faktor logistik, Umuh menyoroti kekhawatiran terhadap keamanan perjalanan suporter. “Kalau di Solo kadang-kadang kan tidak begitu aman. Dan kalau pulang kita banyaknya pakai mobil. Bobotoh juga rata-rata pakai mobil. Nah ini yang dikhawatirkan kalau nanti ada kejadian-kejadian di jalan karena tiap pulang dari Solo, dari Jogja gitu kan selalu ada masalah gitu,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya meniru standar keamanan tinggi yang diterapkan saat final Piala Presiden 2014 di Jakarta, ketika Mendagri saat itu, Tito Karnavian, berhasil menjamin kelancaran dan keamanan laga meski Persib bertandang. “Saya sampai sekarang pun juga ingat dengan Pak Tito yang menjadi Mendagri, Itu sangat luar biasa bertanggung jawab gitu kan. Menjamin Persib untuk aman. Nah ini pun juga di mana pun juga tetap harus keamanan jangan sampai ada korban,” tegasnya.
Venue semifinal Piala Presiden 2026 akan diumumkan dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya pada hari yang sama, pukul 14.30 WIB.















