Sumbawanews.com,- Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan telah memaafkan para mahasiswa yang melontarkan cacian kepadanya selama aksi protes bulan lalu. Ia menyebut para pelajar itu sebagai anak-anak yang tersesat dan perlu dibimbing, bukan dihukum. Pernyataan itu disampaikan Modi dalam video yang diunggah di media sosial pada 31 Juli 2026, menyusul gelombang protes besar yang dipicu kebocoran soal ujian nasional dan berubah menjadi gerakan bernama Cockroach Janta Party. Protes yang melibatkan lebih dari dua juta peserta ujian itu menuntut reformasi pendidikan dan berakhir dengan pengunduran diri Menteri Pendidikan, serta janji pemerintah tidak menuntut para demonstran. Namun, di sejumlah negara bagian yang dikuasai Partai Bharatiya Janata (BJP), ratusan mahasiswa tetap menjalani proses hukum, sementara sebagian lain menjadi sasaran ancaman kekerasan dan pelecehan di media sosial. Modi mengaku terkejut secara budaya atas penggunaan bahasa kasar terhadap dirinya dan almarhum ibunya, tetapi menegaskan, “Saya ingin memaafkan mereka.”















