Sumbawanews.com,- Fase grup Piala Presiden 2026 resmi berakhir pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dengan empat tim besar lolos ke semifinal: Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC. Maung Bandung tampil sebagai juara Grup A dengan sembilan poin sempurna setelah menang 1-0 atas Tampines Rovers, sementara Macan Kemayoran finis runner-up setelah menang 4-1 atas PSMS Medan. Di Grup B, Bajul Ijo unggul sebagai juara dengan kemenangan 2-0 atas Port FC, mengemas tiga kemenangan berturut-turut, sementara Singo Edan keluar sebagai runner-up setelah menang 2-0 atas DPMM FC.
Dengan hasil tersebut, semifinal Piala Presiden 2026 akan mempertemukan Persib Bandung melawan Persija Jakarta, sementara Persebaya Surabaya akan menghadapi Arema FC. Kedua laga ini mempertemukan rivalitas klasik sepak bola Indonesia yang telah lama dinanti para suporter. Persib yang tampil tanpa kebobolan di tiga laga grup, akan menghadapi Persija yang mencetak 11 gol dalam tiga pertandingan, termasuk empat gol dalam kemenangan atas PSMS Medan. Di sisi lain, Persebaya yang menang 2-0 atas Port FC, akan melawan Arema yang menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas DPMM FC, memastikan diri sebagai satu-satunya tim dari Grup B yang mampu menang dua kali.
Semifinal akan menjadi ujian berat bagi keempat tim, terutama karena semua laga grup berlangsung ketat dan menentukan nasib lolos tidak hanya berdasarkan poin, tetapi juga selisih gol. Persija berhasil melaju berkat selisih gol unggul atas Port FC, yang sama-sama mengumpulkan enam poin, namun kalah dalam perbandingan gol. Sementara itu, Persebaya menjadi satu-satunya tim di turnamen ini yang meraih kemenangan mutlak di semua pertandingan grup, menunjukkan konsistensi luar biasa di bawah asuhan pelatih.
Dengan jadwal semifinal yang belum diumumkan, seluruh dunia sepak bola Indonesia kini menanti laga-laga sengit antara dua raksasa dari Jawa Barat dan dua legenda dari Jawa Timur. Pertemuan Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema diprediksi akan memecahkan rekor penonton, baik di stadion maupun di siaran langsung, karena bukan hanya soal melaju ke final, tetapi soal harga diri dan sejarah rivalitas yang tak tergantikan.















