Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya kecerdasan buatan dan dominasi algoritma media sosial yang berpotensi memperdalam bias informasi, media lokal justru semakin krusial sebagai benteng pertahanan kebenaran. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan, media arus utama di daerah tetap relevan dalam menyaring disinformasi dan menjaga akurasi berita bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa ruang digital kini didominasi algoritma personalisasi yang menjebak pengguna dalam gelembung informasi, sehingga publik sangat membutuhkan jurnalisme yang berbasis verifikasi, bukan sekadar mengejar viralitas. Nezar menekankan, produk jurnalistik diikat oleh tanggung jawab moral, kode etik, dan prinsip akurasi—berbeda dengan konten AI yang diproduksi masif tanpa proses verifikasi.
Lebih lanjut, Nezar menilai media lokal memiliki keunggulan strategis berupa kedekatan dengan masyarakat, yang memungkinkannya menangkap dinamika sosial, ekonomi, dan pelayanan publik sejak dini. Kedekatan ini memungkinkan media lokal menyajikan percakapan publik yang lebih autentik dan memahami persoalan secara utuh sebelum berkembang menjadi isu besar. Kemampuannya membangun kepercayaan di tingkat akar rumput menjadi modal penting bagi ekosistem informasi nasional yang sehat.
Komdigi terus berkomitmen memperkuat ruang digital yang aman dan tepercaya melalui optimalisasi tata kelola digital, penanganan disinformasi, peningkatan literasi digital, serta dorongan penggunaan AI secara bertanggung jawab. Nezar mengajak insan pers untuk tidak berkecil hati di tengah disrupsi teknologi, selama tetap memegang teguh kode etik jurnalistik. “Selama media tetap memegang teguh kode etik jurnalistik, saya yakin jurnalisme akan tetap menjadi rujukan publik dan terus relevan di era digital,” ujarnya.















