Sumbawanews.com,- FIFA akan mengambil keputusan final terkait rencana menjual saham Piala Dunia pada 19 September mendatang, setelah melakukan voting oleh 211 negara anggota. Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan pendirian perusahaan baru bernama FIFAForward Enterprise (FFE) sebagai wadah penjualan saham, yang terbuka bagi investor swasta, termasuk kelompok pemimpin investor dari AS, Thrive Eternal. Negara-negara anggota juga berpeluang membeli saham minoritas guna mendapatkan tambahan pendanaan dari FIFA. Namun, hingga kini, 96 anggota — terutama dari UEFA dan CONMEBOL — telah menolak rencana ini, sehingga keberhasilannya bergantung pada pencapaian mayoritas suara minimal 106 negara.
Dalam pernyataan resmi, FIFA menegaskan bahwa tanpa dukungan mayoritas, FFE tidak akan didirikan. Proses ini bersifat konsultatif, dengan kemungkinan penolakan, persetujuan, atau amandemen terhadap seluruh atau sebagian komponen rencana. Jika 11 anggota lagi menolak, rencana ini berpotensi gagal. Keputusan akhir akan sepenuhnya ditentukan oleh hasil voting, bukan oleh kehendak individu atau kelompok tertentu.
Rencana ini memicu perdebatan sengit di kalangan asosiasi sepak bola global, terutama karena dianggap membuka pintu bagi komersialisasi berlebihan terhadap ajang paling bergengsi di dunia. Meski sejumlah tokoh, termasuk Erick Thohir, menyatakan dukungan, oposisi kuat dari konfederasi besar seperti UEFA dan CONCACAF menunjukkan bahwa perjalanan menuju implementasi rencana ini masih penuh tantangan.















