Sumbawanews.com,- Claudio Ranieri, direktur teknik federasi sepak bola Italia (FIGC), mengungkapkan kepedihan pribadi akibat ketidakhadiran Timnas Italia di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut. Pria 74 tahun itu mengatakan, cucu-cucunya belum pernah menyaksikan Gli Azzurri bertanding di ajang sepak bola terbesar dunia itu.
Italia terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 2014, sejak itu gagal lolos pada tiga putaran berikutnya—sebuah jeda 12 tahun yang memalukan bagi negara empat kali juara dunia. Ranieri, yang kini memimpin pengembangan jenjang pemain muda Italia bersama pelatih kepala Roberto Mancini, mengaku ini bukan sekadar masalah olahraga, tapi juga soal identitas dan warisan budaya. “Banyak anak-anak seperti cucu saya sendiri belum pernah lihat Italia main di Piala Dunia,” ujarnya, dikutip dari *Tribuna*.
Dengan pengalaman panjang sebagai pelatih, Ranieri menegaskan bahwa tantangan ini adalah puncak karier terakhirnya. Ia percaya bahwa kebangkitan sepak bola Italia harus dimulai dari akar: pengembangan keterampilan individu pemain muda, bukan hanya taktik. “Kami memang bagus dalam penguasaan taktik, tapi tidak pada skill individu,” katanya. Ia berkomitmen membangun kembali kecintaan publik terhadap tim nasional, sekaligus memastikan generasi mendatang tak lagi hidup tanpa melihat Italia di panggung dunia.















