Home Berita Internasional Timur Tengah Menggigil di Ambang Perang Skala Besar

Timur Tengah Menggigil di Ambang Perang Skala Besar

Sumbawanews.com,- Serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak pada Rabu (28/7/2026) menewaskan empat anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang meluas. Kematian tersebut dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Mehr, sementara Al Jazeera menyebut telah melihat foto peti jenazah yang diselimuti bendera, meski belum ada konfirmasi resmi dari IRGC. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan rakyatnya untuk berdiri teguh melawan musuh, menegaskan bahwa Iran telah menjadi “model perlawanan yang unik” dan menolak tunduk pada ketidakadilan. Dewan Keamanan Nasional Irak menggelar pertemuan darurat, mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan menegaskan bahwa penanganan agresi adalah tanggung jawab mutlak pemerintah Irak, seraya menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi dan menghindari perang regional. Di tengah ketegangan, Presiden AS Donald Trump menjanjikan respons keras terhadap serangan terhadap aset militer AS di Yordania, dengan pernyataan bahwa “mereka akan dipukul habis-habisan.” Pada hari yang sama, dua kapal tanker gas milik AS terbakar di pelabuhan Damietta, Mesir, akibat serangan drone. Sementara itu, negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) tengah menggelar latihan militer gabungan “Perisai Bahrain” dari 28 hingga 30 Juli, yang bertujuan memperkuat koordinasi dan kesiapan tempur sebagai respons terhadap serangan-serangan yang disebut “penuh pengkhianatan” di kawasan.

Previous articleOsmar Loss Targetkan Trofi Pertama Bersama Dewa United Usai Raih Treble di Buriram
Next articleAston Villa Lawan Indonesia All Stars di GBK, ANTV Bagikan 10 Tiket Gratis