Sumbawanews.com,- Xabi Alonso, manajer baru Chelsea, meminta kesempatan untuk membangun tim secara bertahap setelah musim lalu berakhir buruk di Premier League. Ia resmi menggantikan Liam Rosenior dan mulai menjalankan tugasnya di tengah tur pramusim di Sydney, dengan fokus pada pembentukan identitas tim yang baru, kekompakan, dan pengembangan strategi jangka panjang.
Alonso menekankan bahwa ia tidak ingin terburu-buru menetapkan target di bulan Mei, melainkan lebih memprioritaskan progres harian. Ia percaya tim yang tampil di awal musim Agustus nanti akan berbeda jauh dari tim yang menyelesaikan musim di bulan Mei, dengan peningkatan yang diharapkan dari integrasi pemain baru seperti Morgan Rogers, Marco Palestra, Emmanuel Emegha, dan Geovany Quenda, serta konsolidasi pemain inti yang sudah ada. Ia menilai energi di lingkungan latihan saat ini positif, dan para pemain menunjukkan semangat kerja keras yang menjadi fondasi utama perubahan.
Meski memiliki rekam jejak sukses membawa Bayer Leverkusen meraih treble domestik pada 2024, Alonso juga mengakui pengalaman singkatnya di Real Madrid yang berakhir dengan pemecatan pada Januari lalu. Kini, ia melihat Chelsea sebagai kesempatan kedua untuk membuktikan filosofi pelatihannya—dengan pendekatan sabar, sistematis, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
Chelsea, yang finis di luar zona Eropa musim lalu setelah kepergian Enzo Maresca di awal 2026, tengah memasuki era transisi besar. Alonso menegaskan bahwa keberhasilan tidak akan datang dalam semalam, tetapi melalui kerja keras, ide-ide baru, dan kepercayaan yang konsisten dari manajemen hingga pemain.















