Sumbawanews.com,- Setelah kontraknya dengan Manchester United berakhir pada Juni 2026, Jadon Sancho kini masih mencari klub baru sambil menghadapi dampak psikologis dari masa kelamnya di Old Trafford. Mantan pemain Borussia Dortmund itu tidak lagi tampil untuk Setan Merah, setelah menghabiskan tiga musim dengan performa jauh di bawah ekspektasi, meski tetap menerima gaji sebesar 350 ribu pound sterling per pekan. Pemain berusia 21 tahun itu sempat berlatih terpisah, bahkan bergabung dengan tim U-21, sebelum menjalani masa pinjaman ke Borussia Dortmund, Chelsea, dan Aston Villa tanpa ada opsi beli permanen.
Troy Deeney, mantan kapten Watford, menilai pengalaman Sancho di Manchester United telah mengubah cara pandangnya terhadap sepak bola. Dalam wawancara, Deeney menyatakan kekhawatirannya bahwa sang pemain mungkin akan menyesali keputusan-keputusan karier yang diambilnya, terutama karena ia memiliki bakat luar biasa yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. “Saya merasa masa di Manchester United mungkin telah mengurangi kecintaannya terhadap sepak bola,” ujar Deeney, menyoroti hilangnya semangat bermain yang dulu menjadi ciri khas Sancho.
Selama membela Manchester United, Sancho tampil dalam 83 pertandingan dengan catatan 12 gol dan enam assist. Transfernya dari Dortmund pada 2021 senilai £73 juta (Rp1,75 triliun) sempat menjadi sorotan global, namun konsistensi dan pengaruhnya di lapangan tak pernah menyamai harga yang dibayarkan. Meski sempat menunjukkan peningkatan di bawah Ralf Rangnick dengan lima gol dan tiga assist dari 33 penampilan, hubungannya dengan Erik ten Hag memburuk hingga ia dijauhkan dari tim utama. Di musim terakhirnya bersama Aston Villa, ia hanya mencetak satu gol dan tiga assist dari 39 laga.
Kini, Sancho membuka peluang bermain di Eropa atau Timur Tengah. Al Rayyan dari Qatar pernah mengirim pendekatan awal, tetapi pembicaraan tidak berkembang. Deeney menduga bahwa pindah ke liga kaya di Timur Tengah bisa menjadi jalan keluar praktis—memberinya kontrak besar sekaligus kesempatan memulai ulang. Namun, tantangan terbesarnya bukan lagi mencari klub, melainkan memulihkan kepercayaan diri dan gairah bermain yang pernah membuatnya menjadi salah satu winger paling menjanjikan di Eropa.















