Sumbawanews.com,- Piala Presiden 2026 resmi dibuka di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan meriahnya upacara pembukaan yang menampilkan hiburan dari Edo Kondoligit, Toton Carbio, dan Jackson Herban. Turnamen pramusim ini, yang diikuti delapan tim—empat dari Indonesia dan tiga dari luar negeri—menjadi ajang strategis untuk meningkatkan kualitas kompetisi domestik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui partisipasi 100 UMKM di sekitar stadion. Acara yang dihadiri Ketua Umum PSSI dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, juga menandai peningkatan hadiah juara dari Rp5,5 miliar menjadi Rp6 miliar.
Laga pembuka mempertemukan Persib Bandung melawan Arema FC, sementara DPMM dari Brunei Darussalam menang 2-1 atas Tampines Rovers asal Singapura. Ajang ini, yang awalnya digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi akibat sanksi FIFA pada 2015, kini telah berkembang menjadi platform tahunan yang mengintegrasikan olahraga dengan ekonomi kreatif dan budaya suporter sehat. Panitia menegaskan bahwa seluruh biaya operasional berasal dari swasta, tanpa menggunakan anggaran negara atau BUMN, dan telah melalui audit ketat oleh PwC. Tiket masuk dipatok Rp50 ribu, sementara makanan dan minuman di area UMKM dijual mulai Rp7 ribu hingga Rp25 ribu, menjadikan Piala Presiden sebagai hiburan terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.
Ketua Steering Committee Maruarar Sirait menekankan bahwa kehadiran klub asing seperti Port FC (Thailand) dan Oxford United menjadi sarana ukur kompetitif bagi tim-tim Indonesia, sejalan dengan upaya meningkatkan koefisien nasional yang kini berada di peringkat ke-20 dunia dan keenam di ASEAN. Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana Tsamara Amany menyatakan bahwa Piala Presiden 2026 menjadi uji coba positif dalam membangun budaya suporter yang tertib, dengan kehadiran suporter tandang Arema FC yang berjalan aman dan teratur. PSSI pun sedang mempertimbangkan pencabutan larangan suporter tandang di kompetisi musim depan, berdasarkan model sukses yang ditunjukkan ajang ini.















