Sumbawanews.com,- Piala AFF 2026 resmi dibuka pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan laga pembuka antara Kamboja melawan Singapura di Morodok Techno National Stadium, Phnom Penh, diikuti oleh Timor Leste versus Vietnam di Chonburi Stadium. Timnas Indonesia, yang belum mengumumkan daftar pemain resminya, baru akan memulai misinya pada Senin, 27 Juli 2026, saat menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Cibinong. Ini menjadi pertandingan pertama Garuda dalam turnamen sepak bola antarnegara ASEAN edisi ke-16 sekaligus perayaan 30 tahun Piala AFF.
Grup A yang diisi Indonesia, Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste menjadi salah satu grup paling ketat, dengan Vietnam sebagai juara bertahan setelah menaklukkan Thailand 5-3 dalam final Piala AFF 2024. Meski tidak diperkuat sejumlah pemain naturalisasi seperti Jay Idzes atau Calvin Verdonk, Indonesia tetap memiliki kekuatan besar lewat pemain keturunan seperti Sandy Walsh, Jordi Amat, Thom Haye, dan Ragnar Oratmangoen, ditambah potensi muda seperti Jens Raven dan Mauro Zijlstra. Vietnam dan Kamboja juga memperkuat tim mereka dengan naturalisasi, termasuk lima pemain Brasil di tim Vietnam dan Lago Bento dari Brasil untuk Kamboja.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyebut keberadaan pemain naturalisasi di lawan-lawan sebagai tantangan serius. “Saya dengar di skuad Vietnam ada lima pemain naturalisasi asal Brasil. Kemudian Kamboja juga ada 10. Ini sangat menarik sekaligus ujian bagi kami,” ujarnya, seperti dikutip dari detikSport. Di sisi lain, media Vietnam, The Thao 247, menobatkan Indonesia sebagai unggulan teratas untuk meraih gelar—meski catatan sejarah tetap menjadi beban: enam kali runner-up, belum pernah juara.
Sebelum berangkat ke turnamen, Timnas Indonesia menjalani pemusatan latihan di Bali dan menutupnya dengan kemenangan 3-0 atas Bali United dalam uji coba tertutup. Gol dicetak oleh Marc Klok, Dony Tri Pamungkas, dan Mitchell Baker. Herdman menekankan bahwa fokus utama bukan pada skor, tetapi pada pemberian menit bermain dan pengujian pola permainan. “Kami bisa memberikan menit bermain yang berharga kepada setiap pemain, dan itu merupakan salah satu target penting bagi kami,” katanya.
Dengan persiapan matang, optimisme tinggi dari media internasional, dan generasi pemain terkuat dalam sejarah, Indonesia berharap bisa memutus kutukan runner-up yang telah menghantui selama tiga dekade. Namun, di balik semua prediksi dan harapan, pertandingan pertama melawan Kamboja akan menjadi ujian nyata pertama menuju mimpi gelar yang belum pernah diraih.















