Sumbawanews.com,- Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah struktur pasar kerja global, dengan sejumlah profesi mengalami penurunan kesempatan kerja dan penurunan jumlah lowongan secara signifikan. Di tengah adopsi AI yang masif, riset menunjukkan bahwa pekerjaan di sektor keuangan, pengembangan perangkat lunak, dan industri kreatif paling terdampak, sementara bidang seperti tenaga kesehatan, pengasuh anak, dan penata rambut relatif kebal terhadap otomatisasi. Sejak peluncuran ChatGPT, kesempatan kerja bagi kelompok usia 22–25 tahun turun 2,7 persen secara keseluruhan, melonjak menjadi 12,8 persen di sektor paling terdampak AI. Analisis juga mengungkapkan bahwa model AI kini mampu menyelesaikan tugas rumit yang dulu memakan waktu satu jam bagi manusia, dalam hitungan menit—termasuk menemukan celah pada kontrak mata uang kripto dan mengembangkan kode perangkat lunak sendiri. Di Inggris, meski suku bunga stabil, penurunan lapangan kerja akibat AI terasa tajam karena ketergantungan besar pada sektor jasa. Perusahaan besar bahkan mengukur penggunaan AI dalam satuan “token”, dengan pengeluaran mencapai ribuan triliun token dalam beberapa bulan terakhir, hingga akhirnya sebagian mulai membatasi penggunaannya atau beralih ke model yang lebih hemat biaya, menciptakan ketidakpastian masa depan dunia kerja.















