Sumbawanews.com,- Kementerian Pariwisata dan Kementerian Sosial menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat pengembangan Sekolah Rakyat, dengan Kemenpar menghibahkan lahan seluas lima hektare di Kampus Politeknik Pariwisata NHI Bandung untuk dibangun fasilitas pendidikan permanen. Lahan tersebut akan menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan sistem asrama dan pendampingan 24 jam, serta dilengkapi fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, dua hektare dari lahan yang sama akan dialokasikan untuk fasilitas olahraga yang bisa digunakan bersama oleh siswa Sekolah Rakyat dan mahasiswa Poltekpar NHI Bandung. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menambahkan, 20 persen lulusan Sekolah Rakyat akan mendapat akses beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata, sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pembangunan gedung permanen ini menjadi bagian dari tahap tiga atau empat proyek Sekolah Rakyat, yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui penjangkauan berbasis DTSEN tanpa mekanisme pendaftaran. Program ini, yang telah berjalan sejak Juli 2025, juga menunjukkan prestasi siswa dalam berpidato empat bahasa asing, paduan suara, karate, dan puisi, sebagai bukti keberhasilan pembinaan karakter dan akademik.















