Sumbawanews.com,- Ribuan mahasiswa di India turun ke jalan pada Senin, 20 Juli 2026, dalam demonstrasi terbesar di ibu kota New Delhi dalam lima tahun terakhir, menuntut reformasi pemerintah dan akuntabilitas setelah skandal ujian nasional memicu kemarahan publik. Protes yang dipimpin oleh gerakan Cockroach Janta Party (CJP) awalnya bermula dari pernyataan Ketua Mahkamah Agung Surya Kant yang menyamakan kaum muda dengan “kecoa” dan “parasit”, lalu berkembang menjadi gerakan nasional menentang kebocoran soal ujian kedokteran yang memaksa dua juta kandidat mengulang ujian serta penilaian online yang dianggap tidak adil bagi hampir dua juta siswa sekolah menengah. Aksi damai berubah ricuh ketika polisi menembakkan gas air mata dan memukul para demonstran dengan pentungan saat mereka berbaris menuju parlemen. Gerakan ini kini telah meluas menuntut solusi atas pengangguran pemuda, kesetaraan peluang, dan kritik terhadap gaya pemerintahan yang dianggap otoriter oleh Perdana Menteri Narendra Modi sejak terpilih kembali pada 2024. Anggota parlemen oposisi, termasuk Rahul Gandhi dari Partai Kongres, mendukung tuntutan demonstran dan menyerukan permintaan maaf resmi dari pemerintah atas kekerasan aparat.















