Home Berita Internasional Inggris dan Uni Eropa Perdalam Kemitraan Pasca-Brexit

Inggris dan Uni Eropa Perdalam Kemitraan Pasca-Brexit

Sumbawanews.com,- Setelah satu dekade pasca-Brexit, Inggris mulai memperbaiki hubungan strategis dengan Uni Eropa tanpa berniat kembali bergabung, dengan fokus pada perdagangan, energi, pertahanan, dan mobilitas pemuda. Perubahan arah ini dipimpin oleh Perdana Menteri Andy Burnham, yang menggantikan Keir Starmer pada 19 Juli 2026, dan telah melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz. Von der Leyen menyatakan komitmennya memperkuat kemitraan demi keamanan benua dan kesejahteraan masyarakat di kedua sisi Selat Inggris.

Pemulihan hubungan ini berakar pada kesepakatan Kemitraan Keamanan dan Pertahanan yang dicapai dalam pertemuan Lancaster House pada 19 Mei 2025, yang menandai titik balik dari masa konflik pasca-Brexit. Meski belum ada perjanjian hukum yang menghapus hambatan perdagangan, pembicaraan teknis tentang produk pangan, skema perdagangan karbon, dan program pertukaran pemuda telah menunjukkan progres positif. Menteri Hubungan Uni Eropa Inggris, Nick Thomas-Symonds, menegaskan bahwa keterhubungan rantai pasok antara Inggris dan Eropa membuat kerja sama semakin mendesak.

Burnham secara tegas menolak gagasan kembali menjadi anggota Uni Eropa, menilai bahwa membuka kembali referendum 23 Juni 2016 hanya akan memperdalam perpecahan sosial. Strategi London kini berfokus pada memperbaiki kerusakan ekonomi dan diplomatik akibat Brexit, tanpa mengubah status hukum keanggotaan. Pertemuan tingkat tinggi yang semula dijadwalkan pada 22 Juli 2026 ditunda menyusul pengunduran diri Starmer, namun rencana pertemuan pengganti dijadwalkan pada musim gugur 2026, meski tanggal pastinya belum ditetapkan.

Previous articleWarisan Reformasi BGN dan MBG dari Nanik S Deyang
Next articlePresiden Prabowo Tegaskan TNI-Polri Harus Profesional dan Jauhi Loyalitas Korps Sempit