Sumbawanews.com,- Di tengah dominasi Spanyol yang meraih gelar juara Piala Dunia 2026, Timnas Cape Verde mencatat sejarah sebagai satu-satunya tim yang mampu menahan tim berjuluk La Furia Roja tanpa kalah dalam turnamen tersebut. Laga pembuka fase grup pada 11 Juni 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, berakhir 0-0, menjadi satu-satunya hasil imbang yang dicatat Spanyol sepanjang perjalanan mereka menuju titel juara.
Meski akhirnya menang 1-0 atas Argentina di final melalui gol Ferran Torres di menit ke-106, Spanyol tidak pernah menang atas Cape Verde. Hasil imbang itu menjadi titik balik yang mengejutkan, mengingat Spanyol tampil sangat dominan sepanjang turnamen: lima kemenangan, dua seri, 14 gol dicetak, dan hanya satu gol yang kebobolan. Cape Verde, tim debutan di Piala Dunia, justru menjadi penghalang terakhir yang tak bisa dilalui oleh tim juara dunia 2010 itu.
Kiper Vozinha menjadi pahlawan tak terduga, menyelamatkan sejumlah peluang emas Spanyol dengan penyelamatan gemilang. Performa tim asuhan José Peseiro itu tidak hanya membuat para pengamat terkesima, tetapi juga mengangkat nama Cape Verde di kancah sepak bola global. Kiper dan seluruh pemainnya mendapat tawaran kontrak dari klub-klub top Eropa usai laga tersebut.
Dengan catatan itu, Cape Verde bukan hanya menjadi tim yang paling sulit dikalahkan Spanyol di Piala Dunia 2026—mereka juga menjadi simbol ketangguhan tim kecil yang mampu menahan kegilaan raksasa sepak bola dunia.















