Sumbawanews.com,- Pemain Timnas Spanyol menerima bonus bersih hanya sekitar setengah dari nilai bruto setelah memenangkan Piala Dunia 2026, akibat potongan pajak tinggi di wilayah tempat mereka bermain. Trofi juara yang diangkat usai kemenangan 1-0 atas Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026, tak serta-merta berarti penerimaan finansial penuh. Setiap pemain berhak atas bonus kotor 754.701,92 euro, namun pajak progresif hingga 49,5 persen di wilayah seperti Basque dan Katalonia memangkas jumlah itu menjadi kisaran 353.500–385.000 euro per orang.
Dari 26 anggota skuad, 17 pemain yang berkarier di klub-klub Spanyol terkena tarif pajak berdasarkan domisili klub mereka. Di Madrid, tarifnya sekitar 45 persen, sementara di wilayah Basque mencapai 49 persen dan Katalonia hingga 49,5 persen. Pemain seperti Lamine Yamal, Pedri, Gavi, dan Dani Olmo termasuk dalam kelompok yang terdampak paling signifikan. Sementara itu, pemain yang bermain di luar negeri—seperti Rodri, David Raya, dan Mikel Merino—mengikuti aturan perpajakan negara tempat mereka berkompetisi, sehingga bonus bersih mereka bervariasi tergantung perjanjian pajak bilateral.
Meski terpotong, bonus juara 2026 tetap lebih besar dibandingkan edisi 2010, ketika pemain Spanyol menerima sekitar 600.000 euro bruto. Pada masa itu, tarif pajak tertinggi di Spanyol berada di angka 43 persen. Kini, dengan hadiah FIFA yang meningkat dan struktur pembagian bonus yang lebih kompleks, nilai total yang diterima timnas lebih besar, meski beban fiskal juga turut naik. Pemerintah Spanyol diperkirakan memperoleh sekitar 5 juta euro dari pajak para pemain domestik sebagai konsekuensi dari kemenangan ini.















