Sumbawanews.com,- Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez menyatakan dukungan terhadap rencana Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim, membuka peluang besar bagi Timnas Indonesia untuk tampil di ajang sepak bola terbesar dunia. Pernyataan itu muncul setelah Spanyol dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026, dengan Dominguez menulis di akun media sosial X bahwa turnamen seratus tahun itu akan digelar di Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebagai bentuk penghormatan sejarah, sekaligus menawarkan ruang lebih luas bagi negara-negara berkembang.
Rencana perluasan peserta dari 32 menjadi 64 tim awalnya diusulkan Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menekankan pentingnya inklusivitas dalam perkembangan sepak bola global. Ia menegaskan, setiap negara berhak bermimpi tampil di Piala Dunia, dan eksklusi negara-negara kecil justru akan mematikan motivasi berkembang. Meski belum ada keputusan resmi dari FIFA, pernyataan Dominguez menjadi sinyal kuat bahwa usulan itu mulai mendapat dukungan signifikan dari salah satu konfederasi paling berpengaruh.
Bagi Timnas Indonesia, ini menjadi angin segar. Sejak lama, tim Garuda berjuang keras untuk menembus putaran final Piala Dunia, dan perluasan kuota peserta bisa menjadi titik balik sejarah. Meski masih ada penolakan dari sejumlah pihak, termasuk Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang menyebut ide ini “gagasan buruk”, dorongan dari CONMEBOL dan FIFA menunjukkan arah kebijakan yang semakin terbuka.
Piala Dunia 2030 akan menjadi edisi spesial sekaligus ujian bagi sistem kualifikasi global. Jika 64 tim benar-benar diterapkan, maka peluang Timnas Indonesia untuk lolos akan meningkat secara signifikan—terutama jika kualifikasi zona Asia mendapat tambahan slot. Dengan dukungan dari pemimpin sepak bola Amerika Selatan dan dorongan dari pucuk pimpinan FIFA, mimpi tampil di Piala Dunia 2030 kini bukan lagi sekadar harapan, tapi kemungkinan nyata yang semakin dekat.














