Sumbawanews.com,- Timnas Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia dua kali, pada 2010 dan 2026, keduanya diputuskan lewat gol di masa perpanjangan waktu. Di final 2010, Andres Iniesta mencetak gol penentu kemenangan 1-0 atas Belanda di menit ke-116, setelah sebelumnya mengatasi tantangan awal dengan kekalahan 0-1 dari Swiss di laga pembuka. Delapan belas tahun kemudian, di Piala Dunia 2026, La Furia Roja kembali mengejutkan dunia dengan menjuarai turnamen meski tak diunggulkan, setelah menahan imbang 0-0 di laga pertama melawan Cape Verde, lalu melaju hingga final dan menaklukkan Argentina lewat gol Ferran Torres di extra time.
Di kedua turnamen, Spanyol menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Pada 2010, mereka menang 1-0 berturut-turut atas Portugal, Paraguay, Jerman, dan Belanda di fase gugur. Di 2026, meski diawali dengan hasil imbang tanpa gol, skuad asuhan Luis de la Fuente bangkit dengan konsistensi defensif dan serangan mematikan, mengalahkan lawan-lawan tangguh hingga akhirnya menundukkan Argentina di final. Gol kemenangan di kedua final sama-sama tercipta di masa tambahan waktu, memperkuat legenda Spanyol sebagai tim yang paling tenang di bawah tekanan.
Kemenangan di 2026 juga membawa pulang tiga penghargaan individu dari FIFA, termasuk Top Scorer dan Best Player, sementara pemain seperti Ferran Torres dan Cucurella menjadi ikon baru kebanggaan sepak bola Spanyol. Di podium, momen kontroversial muncul ketika sejumlah pemain Argentina menolak jabat tangan dengan Presiden Donald Trump, menambah dramatisasi final yang telah menjadi sejarah abadi.















