Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, atas keputusan menjadikan Harry Kane sebagai pemain bertahan dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina yang berakhir dengan kekalahan 1-2. Kritik itu disampaikan Trump pada acara FIFA, Jumat (17/7/2026), setelah menyaksikan kapten The Three Lions yang dikenal sebagai striker tajam justru ditarik mundur ke lini belakang setelah Inggris unggul.
Inggris sempat memimpin lewat gol Anthony Gordon di Mercedes-Benz Stadium pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, namun keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Enzo Fernández dan Lautaro Martínez membalikkan keadaan. Tuchel kemudian menggantikan Gordon dengan bek Ezri Konsa pada menit ke-71, sebuah keputusan yang memicu kecaman dari publik dan kini juga direspons Trump.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut Kane sebagai teman bermain golfnya dan menilai penggunaannya sebagai pemain bertahan sebagai kesalahan strategis. “Anda punya pemain hebat di Inggris—Harry Kane, yang fantastis. Saya pikir mereka membuat kesalahan menjadikannya pemain defensif,” ujar Trump. Ia menambahkan, “Mereka unggul, tapi menempatkan pemain terbaik mereka di pertahanan. Kita harus sedikit menyerang, kan?”
Tuchel, saat dimintai tanggapan oleh wartawan jelang laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis, merespons kritik Trump dengan nada sarkastik. “Apakah Anda menggunakan Donald Trump sebagai saksi dalam kasus ini atau…? Saya hanya bertanya,” jawabnya, seperti dilansir ESPN.
Inggris akan bertemu Prancis di perebutan tempat ketiga di Hard Rock Stadium, Miami, pada Minggu (19/7/2026) dini hari WIB, sementara Argentina akan menghadapi Spanyol di final di MetLife Stadium, New Jersey, sehari setelahnya.















