Sumbawanews.com,- Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menyatakan bahwa para pemain dan staf timnya adalah pihak yang paling menderita setelah kekalahan dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Kekalahan itu menghentikan mimpi Inggris untuk melangkah ke final, dan meski mendapat kritik tajam dari pengamat dan suporter, Tuchel menegaskan bahwa rasa sakit terdalam justru dirasakan oleh mereka yang langsung berjuang di lapangan.
“Ini adalah rasa sakit kami. Rasa sakit saya, dan rasa sakit para pemain,” ujar Tuchel. “Kami yang menanggungnya, bukan kritikus, bukan para ahli, dan bukan keluarga kami. Ini luka yang kami bawa sekarang.” Ia menekankan bahwa kekalahan tersebut bukan akhir, melainkan bagian penting dari perjalanan tim, dan fokus kini beralih ke laga penentuan peringkat tiga melawan Prancis di Miami Stadium.
Tuchel menambahkan bahwa tim akan menghadapi tantangan ini dengan kedewasaan, memproses kekecewaan, dan segera beralih ke persiapan untuk pertandingan selanjutnya. “Kami akan terbiasa dengannya. Kami akan merespons. Dan itu dimulai dari laga melawan Prancis.”
Inggris akan bertemu Prancis dalam pertandingan penentuan peringkat tiga pada Minggu, 19 Juli 2026, pukul 04:00 WIB, di Miami Stadium, sementara Argentina dan Spanyol bersiap memperebutkan gelar juara di final.















