Sumbawanews.com,- Pelatih tim nasional Maroko, Mohamed Ouahbi, mengakui bahwa Prancis tampil lebih unggul usai mengalahkan timnya 0-2 dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts, pada Jumat, 9 Juli 2026, atau dini hari 10 Juli 2026 WIB, mengakhiri perjalanan Singa Atlas di ajang tersebut. Ouahbi menilai keunggulan Prancis terletak pada kualitas individu para pemainnya, terutama Kylian Mbappe, serta kedalaman skuad dan konsistensi tim yang telah mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut.
Dalam laga tersebut, Prancis membuka skor melalui gol Kylian Mbappe pada menit ke-60, diikuti oleh Ousmane Dembele yang memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-66. Meski sempat bertahan dengan penyelamatan gemilang kiper Yassine Bono terhadap tendangan penalti Mbappe di babak pertama, Maroko kesulitan menembus pertahanan Les Bleus di babak kedua. Ouahbi mengakui timnya mengalami kesulitan besar di awal pertandingan dan hanya mampu bangkit secara bertahap setelah jeda.
“Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami sangat kesulitan pada babak pertama, dan penyelamatan penalti Bounou membuat kami tetap bertahan dalam pertandingan. Pada babak kedua kami bertahan lebih baik dan lebih tenang saat menguasai bola. Pada akhirnya, itu ditentukan oleh aksi individu luar biasa dari Mbappe,” ujar Ouahbi usai laga.
Pelatih asal Maroko itu juga menyoroti kekuatan mental dan daya jelajah para penyerang Prancis, yang menurutnya tidak mudah frustasi dan selalu bergerak dengan tekad kuat. Ia menambahkan bahwa Prancis merupakan tim yang sangat solid dalam transisi permainan, dengan struktur yang teruji di level tertinggi. Meski kecewa, Ouahbi menegaskan bahwa para pemainnya telah memberikan segalanya di tengah keterbatasan, termasuk cedera dan absennya beberapa pemain kunci akibat jadwal padat.
Ia meminta para pemain untuk tetap tegak kepala, karena perjuangan mereka bukan hanya mewakili Maroko, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Afrika dan Asia yang mendukung timnya. “Banyak orang melihat diri mereka pada tim ini, dan kami akan terus bekerja untuk memenangkan gelar di masa depan,” tegas Ouahbi, menegaskan optimisme jangka panjang meski perjalanan di Piala Dunia 2026 berakhir di tahap perempat final.















