Sumbawanews.com,- Dua tim sepak bola usia muda Indonesia, Akademi Persib Cimahi U-13 dan Tangsel City U-15, berangkat ke Gothia Cup 2026 di Gothenburg, Swedia, pada 13–18 Juli mendatang. Keikutsertaan mereka bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari strategi besar PSSI untuk membangun fondasi jangka panjang Timnas Indonesia menuju Piala Dunia. Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga menegaskan, pembinaan usia dini adalah kunci utama untuk mewujudkan mimpi tampil di ajang sepak bola terbesar dunia, mengingat upaya naturalisasi tidak bisa menjadi solusi permanen.
Dalam acara pelepasan di Kemenpora, Arya menyoroti peran SKF dari Swedia yang aktif mendukung pengembangan pemain muda, sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk lebih serius berinvestasi di sepak bola akademi. Ia menekankan bahwa pengalaman bertanding di level internasional sejak dini jauh lebih berharga daripada latihan semata. “Pengalaman seperti ini luar biasa dan tidak ternilai,” ujarnya, menambahkan bahwa ajang seperti Piala Presiden juga sengaja dijadikan kesempatan bagi pemain muda untuk menyaksikan idolanya secara langsung.
Tim Akademi Persib Cimahi datang dengan modal kepercayaan diri tinggi, setelah sukses menjadi juara di kategori U-13 pada Gothia Cup tahun lalu. Kapten tim, Rausyan Ochank Syam, menyatakan bahwa persiapan telah matang, dan fokus utama kini adalah menjaga disiplin—baik di lapangan maupun di luar lapangan. “Kalau disiplin di luar lapangan, pasti akan terbawa saat bertanding,” ujarnya, dengan harapan bisa mempertahankan gelar di Swedia.
Arya juga mengaitkan upaya ini dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap keterlambatan Indonesia masuk Piala Dunia. Menurutnya, jawabannya bukan pada pemain naturalisasi, tapi pada sistem yang berkelanjutan—mulai dari akademi, pelatihan, hingga paparan kompetisi global sejak usia belia. Gothia Cup 2026, oleh karena itu, bukan sekadar turnamen, tapi langkah strategis dalam perjalanan panjang sepak bola Indonesia.















