Sumbawanews.com,- FIFA resmi membuka penyelidikan terhadap dugaan pelecehan rasial yang dialami kreator konten IShowSpeed selama menyaksikan laga Argentina vs Cape Verde di Piala Dunia 2026. Insiden terjadi pada 3 Juli di Hard Rock Stadium, Miami, ketika IShowSpeed, yang mengenakan jersey tim Afrika itu, menjadi sasaran umpatan rasis dari seorang suporter Argentina. Dalam rekaman yang tersebar luas, suporter tersebut diduga mengatakan kepada IShowSpeed, yang berkulit hitam, untuk “pergi menangis ke kebun binatang.” FIFA langsung merespons dengan menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk diskriminasi di ajang sepak bola global.
IShowSpeed, bernama asli Darren Jason Watkins Jr., dikenal luas sebagai salah satu konten kreator paling berpengaruh di dunia dengan lebih dari 57 juta subscriber di YouTube dan 53 juta pengikut di TikTok. Ia kerap melakukan siaran langsung dari stadion selama Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keberaniannya mendukung tim kejutan seperti Cape Verde membuatnya menjadi sorotan, sekaligus rentan menjadi sasaran intoleransi di tengah atmosfer suporter yang panas.
Insiden ini memicu gelombang kecaman di media sosial, dengan banyak pihak menyerukan agar pelaku dihukum sesuai aturan anti-rasisme FIFA. Meski belum ada konfirmasi identitas pelaku, otoritas sepak bola dunia menegaskan bahwa setiap laporan dugaan diskriminasi akan ditangani serius, terlepas dari status pelaku atau korban. Investigasi kini sedang berlangsung, dengan tim khusus FIFA bekerja sama dengan pihak keamanan stadion dan otoritas lokal untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan hukum yang diperlukan.
Pihak IShowSpeed belum memberikan pernyataan resmi setelah insiden tersebut, namun rekaman kejadian terus menjadi viral dan memicu diskusi global tentang toleransi di ajang olahraga internasional. FIFA menegaskan komitmennya untuk menjadikan Piala Dunia sebagai ruang yang aman dan inklusif bagi semua, tanpa memandang ras, etnis, atau latar belakang.













