Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan merespons tudingan bahwa kekalahan timnya 2-3 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 disebabkan oleh dukungannya terhadap Palestina. Laga yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Rabu dini hari, 8 Juli 2026, berakhir kontroversial dengan gol Argentina yang dibangun dari keputusan wasit Francois Letexier, termasuk dianulirnya gol Mostafa Ziko dan penalti yang tidak diberikan setelah Mohamed Salah jatuh di kotak terlarang.
Hassan, yang sebelum laga telah menyatakan dukungan tegas terhadap rakyat Palestina, menolak mengaitkan hasil pertandingan dengan sikap politiknya. “Jika seseorang di mana pun di dunia ini tidak merasakan empati terhadap rakyat Palestina, maka mereka telah kehilangan sebagian dari kemanusiaan mereka,” ujarnya, mengutip pernyataan sebelumnya yang diulanginya usai laga. Ia menegaskan bahwa suaranya bukanlah bentuk provokasi, melainkan reaksi manusiawi: “Sebelum menjadi Arab, Muslim, Kristen, atau apa pun, saya adalah manusia.”
Kontroversi semakin memanas setelah sekelompok suporter Argentina mengibarkan bendera Israel di tribun, memicu kemarahan global. Mesir sempat unggul 2-0 lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko, sebelum Argentina bangkit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez. Namun Hassan menolak menjadikan wasit atau keputusan teknis sebagai fokus utama. “Apakah ada yang merasa iba pada orang yang kehilangan penglihatannya, atau orang yang tangannya terputus? Kita ingin sepak bola membantu menyebarkan kemanusiaan,” tegasnya, menolak membalas tudingan bahwa timnya “dihukum” karena posisinya.













