Sumbawanews.com,- Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino tetap menurunkan striker Folarin Balogun sebagai starter dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia, Selasa (7/7/2026) pagi WIB, meski pemain tersebut sebelumnya menerima kartu merah langsung di laga sebelumnya. Pertandingan berlangsung di Lumen Field, Seattle, setelah FIFA mengabulkan penangguhan sanksi suspensi Balogun berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memungkinkan penundaan hukuman selama masa percobaan satu tahun. Keputusan ini memicu kemarahan Belgia dan kritik tajam dari federasi sepak bola Eropa, termasuk sindiran dari pelatih Belgia Rudi Garcia yang menyebutnya seperti “prank April Mop”. Namun, timnas Amerika Serikat bersikeras tidak terpengaruh oleh tekanan, dengan Balogun yang menjadi top skor tim di turnamen ini tetap dipercaya memimpin lini serang bersama Cristian Pulisic dan Sergino Dest.
FIFA mengumumkan keputusan penangguhan sanksi pada Minggu, 5 Juli 2026, setelah sebelumnya Balogun diusir wasit pada laga 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina karena pelanggaran keras terhadap Tarik Muharemovic. Kontroversi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikonfirmasi telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta tinjauan ulang keputusan kartu merah. Federasi Sepak Bola Belgia dan UEFA secara terbuka mengecam keputusan tersebut, menilai melanggar prinsip keadilan kompetisi. Namun, Pochettino tetap memilih fokus pada strategi tim, menempatkan Balogun di lini depan bersama susunan pemain: Freese; Ream, Richards, Freeman, Robinson; Adams, Tillman, McKennie; Dest, Pulisic, Balogun.
Belgia sendiri menurunkan skuad terkuatnya dengan formasi 4-3-3: Courtois; Castagne, Ngoy, Mechele, De Cuyper; Raskin, Onana, Lukebakio, Tielemans, Trossard; De Ketelaere. Laga ini menjadi ujian besar bagi kredibilitas FIFA di tengah tudingan intervensi politik, sekaligus momen penting bagi Balogun untuk membuktikan bahwa kepercayaan pelatih dan timnya bukan sekadar keputusan kontroversial, tetapi berdasarkan performa dan kontribusi nyata di lapangan.















