Sumbawanews.com,- Kontroversi membara menghiasi Piala Dunia 2026 setelah FIFA membatalkan skorsing otomatis penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang seharusnya absen di laga babak 16 besar melawan Belgia. Keputusan itu memicu kemarahan keras dari UEFA, pemerintah Belgia, hingga mantan presiden FIFA Sepp Blatter, yang menilai tindakan tersebut merusak integritas kompetisi. Balogun sebelumnya menerima kartu merah dalam laga melawan Bosnia-Herzegovina, sehingga secara otomatis terkena sanksi larangan bermain. Namun, FIFA menangguhkan hukuman itu, memungkinkan striker berusia 25 tahun itu tetap tampil. UEFA menyebut keputusan FIFA sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan,” menegaskan bahwa aturan skorsing otomatis setelah kartu merah adalah prinsip dasar yang tidak boleh diubah sepihak. “Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak,” tegas badan sepak bola Eropa itu dalam pernyataan resminya.















