Home Serba Serbi Tekno Kebakaran TPA Jatiwaringin Ancam Proyek Energi Sampah

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ancam Proyek Energi Sampah

Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang menjaga alokasi lahan seluas lima hektare di TPA Jatiwaringin untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Lahan tersebut, yang kini tengah terbakar, telah ditetapkan sebagai lokasi utama PSEL aglomerasi Tangerang Raya. Diaz menekankan, lahan itu tidak boleh dialihfungsikan demi menjamin kelangsungan program waste-to-energy yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia juga meminta tambahan dua hektare lahan penunjang tetap disiapkan dan tidak digunakan untuk keperluan lain, kecuali sementara dan bisa segera dibebaskan.

Kebakaran yang berlangsung sejak 30 Juni 2026 itu sulit dipadamkan karena sifatnya mirip kebakaran lahan gambut—api menyala di bawah permukaan dan berpotensi meledak akibat pelepasan gas metana (CH4). Kementerian LH mengerahkan Mobile Monitoring System dan drone untuk memantau kualitas udara dan titik api, sambil berkoordinasi dengan pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang berjarak 12 kilometer dari lokasi. Diaz memperingatkan zona bahaya mencapai radius 1,7 kilometer, meski penyebaran asap sangat dipengaruhi arah angin. Ia mengimbau warga menghindari area sekitar TPA, terutama permukiman padat di Kecamatan Rajeg dan Mauk yang berada di sebelah barat lokasi kebakaran.

Data pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2,5 mencapai lebih dari 1.000 mikrogram per meter kubik—20 kali lipat batas aman nasional. Polutan NOx dan SOx dari pembakaran sampah plastik juga terdeteksi lebih tinggi dibanding kebakaran hutan dan lahan biasa, karena campuran biomassa, metana, dan plastik. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid telah menaikkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung 1 Juli 2026, menyusul luas lahan terbakar yang mencapai 15 dari 33 hektare. Api sulit dipadamkan karena sampah kering dan angin kencang yang mempercepat penyebaran panas.

Dua tempat pengungsian sementara telah disiapkan di Kantor Desa Tanjakan dan Kantor Desa Rajeg Mulya. Hingga Sabtu malam, 102 warga mengungsi, dan 22 orang dilaporkan mengalami ISPA, yang ditangani oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.

Previous articlePrancis Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Paraguay dengan Gol Penalti Mbappe
Next articleEgy Maulana dan Riyandi Kembali ke Ragunan, Semangati Pemain Muda