Home Berita Internasional Benggala Barat Hapus Telur dari Menu Makan Siang Gratis Sekolah

Benggala Barat Hapus Telur dari Menu Makan Siang Gratis Sekolah

Sumbawanews.com,- Pemerintah Negara Bagian Benggala Barat, India, menghapus telur dari menu makan siang gratis di seluruh sekolah negeri, kebijakan yang memicu perdebatan luas tentang gizi, identitas, dan politik. Keputusan ini diambil setelah pemerintah yang dipimpin Partai Bharatiya Janata Party (BJP) menyerahkan pengelolaan program kepada International Society for Krishna Consciousness (ISKCON), organisasi keagamaan Hindu yang menerapkan pola makan vegetarian dan tidak menyertakan telur dalam hidangan.

ISKCON berargumen bahwa kebutuhan protein siswa tetap dapat terpenuhi melalui sumber nabati seperti kedelai dan paneer. Namun, para ahli gizi menilai telur sebagai sumber protein lengkap yang mengandung sembilan asam amino esensial, lebih mudah distandarisasi, dan telah menjadi bagian rutin menu di sejumlah negara bagian. Sebelum kebijakan ini, Benggala Barat menyajikan telur sekali seminggu, sementara Tamil Nadu menyediakannya setiap hari.

Program makan siang gratis di sekolah, yang kini dikenal sebagai PM Poshan, telah berjalan sejak 1960-an dan kini menjangkau sekitar 120 juta anak setiap hari—menjadi program terbesar di dunia. Sebelumnya, pengelolaan program melibatkan berbagai pihak, termasuk Akshaya Patra, lembaga nirlaba yang terkait dengan ISKCON. Namun, Benggala Barat menjadi negara bagian pertama yang menyerahkan seluruh pengelolaannya kepada organisasi tersebut.

Kritik tajam datang dari oposisi. Derek O’Brien, pemimpin All India Trinamool Congress (TMC), menuduh pemerintah BJP menghilangkan sumber gizi penting bagi anak-anak. Ilmuwan politik Sandeep Shastri menekankan bahwa pilihan antara protein hewani dan nabati seharusnya diserahkan kepada orang tua, bukan dipaksakan melalui kebijakan publik.

Kebijakan ini muncul di tengah upaya BJP memperkuat pengaruhnya di Benggala Barat setelah menang dalam pemilu negara bagian pada Mei lalu. Di banyak wilayah India, konsumsi daging sapi dibatasi ketat, dan kelompok Hindu garis keras kerap menyerang warga Muslim atas dugaan konsumsi daging sapi. Namun, di Benggala Barat, budaya kuliner lokal sangat bergantung pada ikan—fakta yang membuat sejumlah kandidat BJP justru berkampanye sambil membawa ikan, menunjukkan kompleksitas hubungan antara politik identitas dan praktik makan masyarakat.

Data Survei Kesehatan Keluarga Nasional India menunjukkan sekitar 70 persen penduduk mengonsumsi daging, ikan, atau telur, setidaknya sesekali. Dengan demikian, penghapusan telur bukan sekadar soal gizi, tetapi juga menjadi simbol perdebatan lebih dalam tentang batas antara kebijakan publik dan kebebasan pilihan pangan dalam masyarakat yang sangat beragam.

Previous articleCamat Maluk Geram, Parkiran Karyawan PT AMNT Kuasai Bahu Jalan Negara
Next articleGurun Taklimakan Panen 976 Ton Gandum, Ilmuwan China Ubah Laut Kematian Jadi Lahan Produktif