Sumbawanews.com,- Teheran — Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, digelar secara masif pada 9 Juli 2026 di Mashhad, Iran timur laut, empat bulan setelah kematiannya. Prosesi pemakaman, yang dimulai pada 4 Juli di Teheran, melibatkan rangkaian upacara di lima kota di Iran dan Irak, dengan diperkirakan menarik hingga 20 juta warga yang memadati jalan-jalan utama. Jenazah Khamenei, yang disemayamkan selama tiga hari di Grand Mosalla Teheran, kemudian dibawa ke kota-kota suci Syiah di Najaf dan Karbala, Irak, sebelum akhirnya dimakamkan di makam Imam Reza. Pemerintah Iran menyediakan transportasi, akomodasi, dan makanan gratis untuk memobilisasi massa sebagai bentuk demonstrasi kekuatan ideologis pasca-perang. Beberapa pejabat asing, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, perwakilan India, China, Afghanistan, dan negara-negara Kaukasus, hadir dalam upacara tersebut. Putra Khamenei, Mojtaba, yang terluka parah dalam serangan yang menewaskan ayahnya, tidak diperkirakan hadir karena ancaman keamanan yang masih berlanjut. Ulama Iran memandang prosesi ini sebagai referendum publik terhadap kelangsungan Republik Islam.
Home Berita Internasional Pemakaman Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Meninggal, Jutaan Warga Turun ke Jalan















