Home Berita Daerah Kuli Farm Sulap Sampah Organik Jadi Pakan Unggas, Solusi Ramah Lingkungan dan...

Kuli Farm Sulap Sampah Organik Jadi Pakan Unggas, Solusi Ramah Lingkungan dan Ekonomis

Sumbawa Barat sumbawanews.com – Kepedulian terhadap lingkungan melahirkan inovasi yang membawa manfaat ganda. Komunitas Kelompok Usaha Lestari (Kuli Farm) di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, berhasil mengubah limbah organik menjadi pakan alternatif untuk unggas. Langkah ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga membantu peternak menghadapi tingginya biaya pakan.

Sebelumnya, Kuli Farm telah sukses memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos. Kini, komunitas tersebut kembali menghadirkan terobosan melalui pengolahan limbah organik menggunakan metode biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF), yang menghasilkan pakan bernilai tinggi bagi unggas.

Produk yang di hasilkan oleh kuli farm yang di jadikan pakan unggas,/foto. Istimewa

“Selain membuat pupuk kompos, kami juga mengolah sampah organik menjadi pakan alternatif untuk ayam,” ujar Alimuddin, penggiat lingkungan di Kecamatan Maluk.

Menurut Alimuddin, inovasi tersebut menjadi solusi atas dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, pengolahan limbah organik mampu mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah. Di sisi lain, hasil biokonversi dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang lebih terjangkau bagi para peternak.

Dengan fasilitas yang dimiliki saat ini, Kuli Farm mampu mengolah sekitar 150 kilogram sampah organik setiap hari. Dalam sebulan, jumlah tersebut mencapai sekitar 4,5 ton limbah organik yang berhasil diselamatkan dari TPA dan diubah menjadi produk yang bermanfaat.

Bahan baku sampah organik tidak hanya berasal dari rumah tangga, tetapi juga dikumpulkan dari berbagai pelaku usaha, seperti jasa katering, warung makan, hingga pedagang buah. Seluruh sampah tersebut dijemput langsung oleh tim Kuli Farm untuk kemudian diproses menggunakan teknologi biokonversi maggot BSF.

“Sampah organik ini kami jemput dan kami olah menggunakan biokonversi maggot BSF,” jelas Alimuddin.

Inovasi yang dikembangkan Kuli Farm menjadi bukti bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, komunitas ini menghadirkan solusi berkelanjutan yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Previous articlePatriot dan S-400: Duel Sistem Pertahanan Udara Terkemuka di Dunia
Next articleTNI Buru KKB Penembak Pilot Amerika di Papua
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik