Sumbawanews.com,- Pada 3 Juli, sejarah mencatat dua peristiwa besar yang terpisah ruang dan waktu, namun sama-sama mengguncang dunia. Di Indonesia, tahun 1946, terjadi upaya kudeta pertama pasca-kemerdekaan yang dikenal sebagai Peristiwa 3 Juli. Aksi ini dipicu ketidakpuasan kelompok Persatuan Perjuangan terhadap kebijakan diplomasi pemerintahan Kabinet Sutan Sjahrir II yang dianggap terlalu kompromistis terhadap Belanda. Kelompok oposisi menuntut pengakuan kedaulatan penuh atas seluruh wilayah Indonesia. Sejumlah tokoh seperti Tan Malaka, Achmad Soebardjo, dan Sukarni ditangkap karena diduga terlibat dalam rencana tersebut. Perdana Menteri Sutan Sjahrir sempat diculik, sebelum akhirnya dibebaskan setelah Presiden Soekarno mengambil alih kendali dan menyatakan negara dalam keadaan bahaya.
Di belahan dunia lain, tepat pada 3 Juli 1988, pesawat penumpang Iran Air 655 jatuh setelah ditembak oleh rudal permukaan-udara dari kapal perang AS USS Vincennes di atas Selat Hormuz. Seluruh 290 penumpang dan awak pesawat tewas, termasuk 66 anak-anak. Insiden ini terjadi di tengah konflik Iran-Irak, dan menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah penerbangan sipil akibat kesalahan militer.
Di hari yang sama, 3 Juli 1920, Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri sebagai Technische Hoogeschool te Bandoeng, menjadi cikal bakal perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia. Sementara itu, 3 Juli 1691, Syekh Yusuf, pahlawan nasional yang dikenal sebagai ulama dan pejuang melawan kolonial Belanda, lahir di Gowa, Sulawesi Selatan.















