Home Berita Olah Raga Spanyol Lawan Austria di 32 Besar Piala Dunia 2026, Pertahanan Kokoh Jadi...

Spanyol Lawan Austria di 32 Besar Piala Dunia 2026, Pertahanan Kokoh Jadi Kunci

Sumbawanews.com,- Pertandingan sengit akan mempertemukan Spanyol dan Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat, 3 Juni 2026, pukul 02.00 WIB di SoFi Stadium. La Roja, juara bertahan Eropa, tampil sebagai tim tak terkalahkan dengan rekor 34 laga tanpa kekalahan di semua ajang, sementara Austria kembali ke babak gugur Piala Dunia setelah 72 tahun menunggu.

Spanyol memuncaki Grup H dengan tujuh poin dari tiga laga: imbang, menang, menang. Mereka mencatatkan catatan impresif: tidak kebobolan satu gol pun sepanjang fase grup, bahkan belum pernah menerima tembakan tepat sasaran di babak pertama. Kemenangan 1-0 atas Uruguay berkat gol Alex Baena menjadi penutup sempurna, sekaligus memperpanjang streak tak terkalahkan mereka yang kini hanya selisih satu pertandingan dari rekor nasional 35 laga (2007–2009).

Di sisi lain, Austria meraih tiket ke babak gugur sebagai runner-up Grup J, mengungguli Aljazair berkat selisih gol. Keberhasilan mereka terasa epik setelah menahan imbang 3-3 melawan lawan tangguh di laga terakhir, dengan Sasa Kalajdzic mencetak gol penyelamat di menit ke-96. Ini menjadi sejarah: tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang lolos setelah tertinggal di waktu tambahan babak kedua. Kembalinya Das Team ke babak gugur adalah momen bersejarah, terakhir kali terjadi pada Piala Dunia 1954, ketika mereka menang 7-5 atas Swiss sebelum kalah telak dari Jerman Barat di semifinal.

Meski dikenal dengan gaya permainan dominan dan teknis, Spanyol kali ini menunjukkan kedalaman tim yang luar biasa. Dengan kiper Unai Simón yang tampil konsisten dan lini belakang yang terorganisir rapi, La Roja membuktikan bahwa pertahanan bukan lagi sekadar pelindung, tapi senjata utama. Di depan, Mikel Oyarzabal dan Lamine Yamal menjadi ujung tombak yang mengancam, menggantikan peran para bintang senior yang kini berada di fase akhir karier.

Austria, meski tak sekuat Spanyol dalam hal reputasi, menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Mereka tidak hanya bertahan, tapi juga mampu menyerang dengan efektif, terutama lewat serangan balik cepat dan umpan-umpan pendek yang presisi. Pelatih mereka berhasil menyatukan tim yang terdiri dari pemain klub Eropa dengan semangat nasional yang membara.

Pertandingan ini bukan sekadar duel antara dua tim, tapi perbandingan antara kekuatan tradisional yang mengandalkan sistem dan kebangkitan tim underdog yang bermain dengan hati. Spanyol mengincar kelanjutan rekor tak terkalahkan, sementara Austria berharap bisa menciptakan kejutan sekaligus menutup masa penantian panjang mereka.

Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang laga antara Portugal dan Kroasia. Di tengah sorotan global, Spanyol dan Austria siap mempertaruhkan sejarah—bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa sepak bola masih menyimpan ruang bagi keajaiban.

Previous articlePersib Bandung Ganti Sembilan Pemain, Persiapan Besar untuk Musim 2026/2027
Next articleJanice Tjen Terhenti di Babak 64 Besar Wimbledon 2026