Home Serba Serbi Tekno Indonesia Tuan Rumah Kongres Global Minim Emisi Karbon

Indonesia Tuan Rumah Kongres Global Minim Emisi Karbon

Sumbawanews.com,- Indonesia kembali menunjukkan kepemimpinannya di panggung global dengan menjadi tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Acara yang diikuti lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, dan delegasi dari lebih 100 negara ini bukan sekadar pertemuan ilmiah—melainkan pernyataan nyata bahwa sektor MICE Indonesia mampu menyelenggarakan event kelas dunia sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam gelaran berdurasi beberapa hari itu, ICE BSD menerapkan serangkaian inovasi ramah lingkungan yang menjadi acuan baru bagi industri pertemuan internasional. Pencahayaan alami dan lampu LED menggantikan sistem konvensional, sistem daur ulang air dipasang secara strategis, dan stasiun pengisian kendaraan listrik tersedia untuk meminimalkan jejak karbon dari mobilitas peserta.

Tak kalah penting, manajemen sampah menjadi fokus utama. Melalui kolaborasi dengan Rekosistem, panitia menyediakan tempat sampah terpilah dan Reverse Vending Machine (RVM) yang memungkinkan peserta mengembalikan botol dan kemasan bekas untuk ditukar dengan insentif. Hasilnya, 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama acara berlangsung, dengan 41 persen di antaranya berhasil didaur ulang—mengurangi beban TPA secara signifikan. Sampah anorganik mendominasi, terutama plastik (14,35%) dan kertas (10,07%), sementara sampah organik hanya menyumbang 1,6%.

Upaya ini berbuah pada pengurangan emisi karbon sebesar 667,9 kg CO₂—setara dengan menanam 11,35 pohon selama satu dekade, menghemat 285,7 liter bensin, atau menghindari pembakaran 333,25 kg batu bara. “Kami ingin menunjukkan bahwa forum internasional berskala global tidak perlu mengorbankan lingkungan,” ujar General Manager ICE BSD, Siti Karmila, Rabu (1/7/2026). “Ini bukan sekadar tren, tapi keharusan.”

Capaian ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi sektor MICE terhadap devisa nasional dari 10% menjadi 15% pada 2029. Data hingga September 2025 menunjukkan Indonesia telah menyelenggarakan 134 event nasional dengan 10,8 juta pengunjung, menempatkan negara ini di peringkat ke-37 dunia dan ke-4 di ASEAN dalam daya saing industri MICE.

Dengan GSDC 2026, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah—tapi juga pelopor. Langkah ini diharapkan memicu efek domino di kalangan penyelenggara event lain, mendorong transformasi berkelanjutan yang tak lagi bersifat opsional, melainkan standar baru dalam industri global.

Previous articleJulian Nagelsmann Tetap Bertahan sebagai Pelatih Timnas Jerman
Next articleBapak Internet Vinton Cerf Pensiun di Usia 83 Tahun