Home Berita Berita Utama Maroko Kalahkan Belanda lewat Adu Penalti, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia...

Maroko Kalahkan Belanda lewat Adu Penalti, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Timnas Maroko melanjutkan sejarah gemilangnya di Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Belanda lewat adu penalti, 4-2, dalam laga 32 besar yang berlangsung di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang berakhir 1-1 setelah waktu normal berakhir dramatis, dengan Singa Atlas bertahan kokoh hingga titik penalti dan akhirnya mengalahkan lawan Eropa yang pernah menjadi juara dunia.

Kemenangan ini membawa Maroko melangkah ke babak 16 besar untuk kedua kalinya dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia—setelah pencapaian legendaris pada 2022. Di babak berikutnya, mereka akan menghadapi Kanada di NRG Stadium, Houston, pada Minggu, 5 Juli 2026.

Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua tim. Belanda, yang lebih menguasai bola di awal, mencoba membuka lini pertahanan Maroko lewat serangan cepat. Ryan Gravenberch mencoba melepaskan tembakan dari jarak menengah di menit ke-7, namun blok ketat dari lini belakang Maroko menggagalkan upaya tersebut.

Maroko, yang lebih memilih permainan terstruktur dan serangan berbasis sayap, mulai mengambil kendali sejak menit ke-15. Achraf Hakimi menjadi ujung tombak serangan, dengan umpan silangnya di menit ke-19 memicu kemelut di depan gawang Bart Verbruggen. Neil El Aynaoui menyambutnya dengan sundulan, tetapi kiper Belanda itu beraksi luar biasa, menepis bola dengan refleks tajam.

Peluang terbaik Maroko datang di menit ke-21, saat Hakimi melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti ke sudut atas gawang—tapi Verbruggen kembali menjadi pahlawan, menyelamatkan gol pasti dengan gerakan tubuh yang sempurna.

Babak pertama berakhir tanpa gol, meski Maroko jelas lebih mendominasi permainan dan menciptakan lebih banyak peluang berbahaya.

Memasuki babak kedua, Belanda yang kembali menekankan efisiensi, justru membuka skor pada menit ke-72. Kiper Bart Verbruggen melepaskan umpan panjang ke depan, yang langsung disambut Wout Weghorst dengan sundulan sempurna. Bola mengarah ke Crysencio Summerville, yang berlari melewati dua pemain Maroko sebelum mengirim umpan silang akurat ke Cody Gakpo—yang dengan tenang menuntaskan peluang dengan sepakan kaki kanan.

Ketertinggalan memicu reaksi keras dari Maroko. Di bawah arahan pelatih Mohamed Ouahbi, mereka meningkatkan intensitas serangan, dengan penguasaan bola mencapai 64 persen dalam 45 menit terakhir. Tekanan terus berdatangan, dan akhirnya membuahkan hasil di injury time babak kedua.

Pada menit ke-90+1, umpan silang Chemsdine Talbi dari sisi kiri berhasil disambut oleh Issa Diop dengan sundulan kuat yang mengoyak jaring gawang Verbruggen. Kedudukan 1-1 membuat laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Dalam dua babak extra time, kedua tim saling menahan, tetapi tidak ada gol yang tercipta. Laga pun berakhir di titik penalti.

Dalam adu penalti, Maroko tampil tenang dan presisi. Semua empat penendangnya—Ayyoub Bouaddi, Ismael Saibari, Issa Diop, dan Youssef En-Nesyri—berhasil menghantarkan bola ke gawang. Sementara Belanda hanya mampu mengeksekusi dua dari empat tembakan, dengan dua penendangnya—Ryan Gravenberch dan Cody Gakpo—gagal memanfaatkan kesempatan.

Kemenangan ini mengukuhkan Maroko sebagai satu-satunya tim Afrika yang lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026, sekaligus melanjutkan tradisi kejutan yang mereka ciptakan empat tahun lalu di Qatar. Verbruggen, meski gagal menyelamatkan timnya di penalti, tetap menjadi sosok utama di sepanjang laga, dengan lima penyelamatan spektakuler yang menyelamatkan Belanda dari kekalahan lebih awal.

Dengan kemenangan ini, Singa Atlas kembali menjadi simbol ketahanan, disiplin, dan semangat pantang menyerah di panggung sepak bola dunia.

Previous articleMaroko Kalahkan Belanda dalam Adu Penalti 3-2, Lanjut ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Next articleMaroko Kalahkan Belanda di Adu Penalti, Melangkah ke 16 Besar Piala Dunia 2026