Sumbawanews.com,- Jurnalis Italia Lorenzo Lepore mengungkap bahwa Persija Jakarta beralih strategi setelah gagal merekrut Mariano Peralta dari Borneo FC. Pemain asal Argentina itu, yang sempat hampir menandatangani kontrak, kini cenderung bergabung dengan Persib Bandung—karena klub itu berlaga di AFC Champions League, yang menjadi prioritas utama sang pemain.
Dengan kegagalan tersebut, manajemen Persija dikabarkan langsung memutar otak. Sumber dekat klub menyebut, pelatih Shin Tae-yong dan tim scouting tengah membidik tiga pemain dari negara-negara Balkan sebagai pengganti. Rincian nama belum diumumkan, tetapi sumber di Eropa menyebut bahwa ketiganya adalah pemain berusia 23–27 tahun yang memiliki pengalaman di liga domestik dan kompetisi Eropa tingkat menengah, dengan posisi utama di lini tengah dan serang.
Kesepakatan transfer masih dalam tahap negosiasi teknis, tetapi diketahui bahwa klub ibu kota bersiap menggelontorkan dana besar untuk memenuhi tuntutan fee transfer. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Shin Tae-yong yang ingin membangun tim berbasis kecepatan, intensitas, dan kekompakan taktis—karakteristik yang sering dijumpai pada pemain Balkan.
Sebelumnya, Persija memang sudah menyiapkan anggaran hingga Rp6 miliar untuk merekrut Peralta, yang menyabet gelar MVP Super Liga 2025. Namun, ketika Persib Bandung memperlihatkan minat serius dan menawarkan kesempatan bermain di kancah Asia, Peralta memilih opsi yang lebih menantang secara kompetitif.
Dalam cuitan terbarunya di X, Lepore menegaskan: “Ini bukan negosiasi lanjutan—Peralta sempat hampir deal dengan Persija, tapi kebuntuan saat ini mengubah segalanya. Persib menawarkan Champions League, dan itu tak bisa ditolak.”
Sementara itu, sumber di Jakarta mengonfirmasi bahwa tiga calon pemain Balkan sedang menjalani tes medis dan taktis. Dua di antaranya dikabarkan berasal dari Serbia dan Kroasia, sementara satu lagi dari Bosnia-Herzegovina. Mereka dipilih bukan hanya karena reputasi teknis, tetapi juga karena kemampuan beradaptasi dengan iklim tropis dan gaya permainan sepak bola Indonesia yang dinamis.
Dengan keputusan ini, Persija Jakarta tampaknya tak ingin kehilangan momentum dalam pembangunan tim menjelang musim baru. Meski kehilangan Peralta, klub tetap menunjukkan ambisi besar—bukan sekadar mengganti satu nama, tapi mengganti arah strategi dengan membangun lini tengah yang lebih beragam secara budaya dan teknis.
Kabar ini membuat para suporter memperkirakan bahwa pengumuman resmi keempat pemain asing baru akan datang dalam waktu dekat—mungkin sebelum akhir bulan ini.















