Sumbawanews.com,- Assen, Belanda — Ai Ogura mencatatkan sejarah dalam balapan MotoGP Belanda 2026 dengan meraih kemenangan pertamanya di kelas premier, menyusul finish impresif di Sirkuit Assen pada Minggu, 28 Juni 2026 malam WIB. Pembalap asal Jepang yang tampil dari posisi kedua di grid berhasil mengungguli rival-rivalnya dalam balapan penuh ketegangan, sekaligus menjadi pembalap pertama dari tim Trackhouse Aprilia yang menang di MotoGP.
Balapan yang berlangsung di bawah langit mendung itu dimulai dengan dominasi Jorge Martin dari Aprilia Racing, yang memanfaatkan pole position untuk memimpin di tikungan pertama. Namun, Ogura tak memberi ruang bagi sang pole-sitter untuk menjauh. Dengan presisi tinggi dan kestabilan di tikungan-tikungan tajam Assen, Ogura melewati Martin di tikungan ke-12, dan sejak saat itu tak pernah lagi kehilangan pimpinan.
Di belakangnya, perang sengit terjadi antara Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez, keduanya sesama pembalap Aprilia, yang saling menyerang hingga lap terakhir. Bezzecchi akhirnya finis ketiga, sementara Fernandez harus puas di posisi kelima setelah terjebak dalam duel sengit dengan pembalap lain.
Sementara itu, Marc Marquez, yang kembali menunjukkan ketajaman klasiknya, finis di posisi keenam. Ini menjadi podium keenamnya sepanjang musim 2026, memperkuat posisinya sebagai salah satu pembalap paling konsisten di era pasca-cedera. Meski tak menang, performa Marquez dinilai sebagai salah satu yang paling mengesankan, terutama mengingat ia masih dalam proses pemulihan penuh dari cedera berulang.
Kemenangan Ogura bukan hanya momen pribadi, tetapi juga tonggak penting bagi Trackhouse Aprilia, tim yang baru bergabung di MotoGP pada 2025. Dengan kemenangan ini, Ogura menjadi pembalap Jepang pertama yang menang di MotoGP sejak Takumi Takahashi pada 2008, dan sekaligus mengakhiri rekor 18 balapan tanpa kemenangan bagi Aprilia di sirkuit Belanda.
Pembalap lain yang mencatatkan hasil baik adalah Enea Bastianini, yang finis keempat, dan Francesco Bagnaia, yang gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami masalah teknis di lap ke-14 — sebuah kejadian yang memperkuat spekulasi tentang masa depannya di Ducati menjelang akhir musim.
Dengan kemenangan ini, Ogura naik ke posisi kelima dalam klasemen sementara, hanya selisih 12 poin dari pemimpin klasemen, Martin. Sementara Marquez tetap berada di urutan ketiga, dengan 147 poin, dan kini menjadi satu-satunya pembalap yang selalu finis di 10 besar sepanjang musim ini.
Balapan di Assen, yang dikenal sebagai “Cathedral of Speed”, kembali membuktikan bahwa keberanian, ketahanan, dan strategi bisa mengalahkan keunggulan start. Bagi Ogura, ini bukan sekadar kemenangan — ini adalah awal dari sebuah era baru.















