Sumbawanews.com,- Ai Ogura merebut kemenangan di MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, mengakhiri penantian panjang pembalap Jepang di kelas utama sejak kemenangan Makoto Tamada pada 2004. Pembalap tim Trackhouse Aprilia itu finis terdepan setelah menunjukkan ketahanan dan kecermatan di balapan penuh kejutan yang berlangsung Minggu malam, 28 Juni 2026.
Ogura sempat mengalami kendala teknis pada motor di separuh pertama balapan, membuatnya tertinggal dari kelompok terdepan yang dipimpin oleh duet Ducati—Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Namun, di lap ke-18, ia memulai serangan mematikan. Ia melewati Jorge Martin, lalu menyusul rekan satu timnya, Raul Fernandez, untuk merebut pimpinan balapan dan mempertahankannya hingga garis finis.
Pembalap Spanyol Raul Fernandez menyelesaikan balapan di posisi kedua, selisih 2,004 detik di belakang Ogura, sementara Jorge Martin dari tim Aprilia Racing mengamankan podium ketiga. Fabio Di Giannantonio dan Alex Marquez menyusul di posisi empat dan lima, masing-masing dengan selisih lebih dari sembilan detik.
Insiden krusial terjadi di lap kedua ketika Marco Bezzecchi, yang saat itu menempati posisi keempat, terjatuh di tikungan 15. Kecederaan itu mengubah dinamika balapan, membebaskan ruang bagi Martin dan Fernandez untuk maju. Sementara itu, Bagnaia, Acosta, dan Razgatlioglu gagal menyelesaikan balapan akibat kecelakaan dan masalah teknis.
Di barisan tengah, Fabio Di Giannantonio terlibat tabrakan dengan Marc Marquez, yang mengakibatkan hukuman long lap. Meski demikian, ia mampu bangkit dan merebut kembali posisi keempat. Marc Marquez yang awalnya menjadi ancaman di depan, harus puas finis di posisi ketujuh setelah terus tertekan oleh kelompok Aprilia.
Kemenangan Ogura bukan sekadar pencapaian pribadi, tapi juga tonggak sejarah bagi balap motor Jepang. Sejak Makoto Tamada menang di GP Jepang 2004, tak ada pembalap asal Negeri Sakura yang meraih kemenangan di kelas MotoGP. Dengan kemenangan ini, Ogura menjadi pembalap Jepang pertama yang menang di MotoGP sejak 22 tahun silam, sekaligus membuka harapan baru bagi generasi muda balap motor Asia.
Tim Trackhouse Aprilia pun mencatat sejarah sebagai tim pertama yang menguasai podium 1-2 di Assen sejak 2021, sekaligus memperkuat posisi mereka di klasemen konstruktor. Sementara itu, kemenangan Ogura memperpanjang tren kebangkitan Aprilia di musim ini, yang kini semakin menjadi ancaman serius bagi dominasi Ducati.
Balapan di Assen, yang dikenal sebagai ‘Cathedral of Speed’, kembali membuktikan bahwa kecepatan saja tidak cukup—ketahanan, strategi, dan ketenangan di bawah tekanan lah yang menentukan pemenang. Dan malam itu, Ai Ogura membuktikan dirinya tak hanya pembalap cepat, tapi juga juara sejati.















