Home Berita Olah Raga Sejarah Baru: Sembilan Tim Afrika Tembus Babak Gugur Piala Dunia 2026

Sejarah Baru: Sembilan Tim Afrika Tembus Babak Gugur Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 mencatatkan momen bersejarah di babak grup ketika sembilan tim dari benua Afrika berhasil melaju ke fase gugur—rekor tertinggi sepanjang sejarah turnamen. Ini mengalahkan catatan sebelumnya yang hanya mencatat enam wakil Afrika di putaran kedua, dan menjadi lompatan besar dibandingkan Piala Dunia 2022 yang hanya menyisakan dua tim Afrika di fase knock-out.

Dua tim terakhir yang mengamankan tiket tersebut adalah Republik Demokratik Kongo dan Aljazair. RD Kongo menyusul jejak tim-tim Afrika lain setelah bangkit dari tertinggal 0-1 untuk menang 3-1 atas Uzbekistan, dengan dua gol dari Yoane Wissa dan Fiston Mayele. Meski finis di posisi ketiga Grup K dengan empat poin, mereka lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Tak kalah mengejutkan, Aljazair meraih poin penting lewat hasil imbang 3-3 melawan Austria di laga terakhir. Dengan total empat poin, tim asuhan pelatih Rabah Saâdane berhasil masuk ke jajaran delapan tim peringkat ketiga terbaik meski kalah selisih gol—mengungguli Tunisia, satu-satunya wakil Afrika yang gagal menang dalam tiga pertandingan grup.

Dengan demikian, total sembilan tim Afrika kini bersaing di babak 32 besar: Maroko, Afrika Selatan, Senegal, Pantai Gading, Tanjung Verde, Mesir, Ghana, Republik Demokratik Kongo, dan Aljazair. Sebagian besar di antaranya adalah tim yang sebelumnya jarang menembus fase gugur—seperti Tanjung Verde dan RD Kongo—yang kini menjadi sorotan global.

Pencapaian ini tak lepas dari ekspansi format Piala Dunia 2026 yang memperluas peserta dari 32 menjadi 48 tim, memberi ruang lebih luas bagi negara-negara berkembang untuk bersaing. Maroko, yang sempat mencatatkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang tembus semifinal empat tahun lalu, kembali menjadi salah satu harapan besar, sementara Senegal dan Ghana yang kembali tampil solid menunjukkan bahwa kekuatan Afrika bukan sekadar fenomena sesaat.

Dalam susunan babak gugur, RD Kongo akan menghadapi Inggris, sementara Aljazair bertemu Swiss pada laga yang dijadwalkan 3 Juli mendatang. Di sisi lain, Maroko melawan Belanda, dan Senegal melawan Belgia—dua laga yang diprediksi bakal memicu ketegangan tinggi.

Dengan sembilan wakil, Afrika kini bukan lagi penonton di panggung dunia, tetapi kekuatan yang mengubah peta kekuatan sepak bola global. Pertanyaannya kini bukan lagi “apakah mereka bisa lolos?”, tapi “seberapa jauh mereka bisa melangkah?”.

Previous articleAnggaran Riset Nasional Diperkuat Jadi Rp4 Triliun
Next articleIran Balas Serangan AS dengan Serangan Rudal ke Pangkalan Militer di Kuwait dan Bahrain