Sumbawanews.com,- Partai Amanat Nasional resmi mengangkat Surya Utama, atau yang lebih dikenal sebagai Uya Kuya, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jakarta. Pelantikan akan berlangsung hari ini di Balai Sarbini, Jakarta, dan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.
Keputusan ini diambil setelah proses konsultasi dan evaluasi panjang di tingkat pusat. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan bahwa Uya Kuya dipilih bukan hanya karena popularitasnya sebagai komedian dan anggota DPR, tetapi juga karena integritas pribadi serta komitmen kuatnya dalam membangun jaringan partai di Ibu Kota. “Dia bukan sekadar selebritas, tapi kader yang punya keberanian berbicara dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai PAN,” ujar Viva dalam keterangan tertulis, Sabtu, 27 Juni 2026.
Sejak bergabung dengan PAN pada 2022 melalui perkenalan dengan Eko Patrio, Uya Kuya telah menunjukkan konsistensi dalam aktivisasi partai. Ia bahkan pernah menyampaikan pandangan kritis dalam rapat internal bersama Zulkifli Hasan—sebuah momen yang diyakini menjadi titik balik kepercayaan partai terhadapnya. Pada Pemilu 2024, ia sukses terpilih sebagai anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jakarta II, yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan wilayah luar negeri.
Meski sempat menjadi sorotan akibat aksi jogetnya di Sidang Tahunan MPR/DPR pada Agustus 2025, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada 5 November 2025 memutuskan bahwa tindakannya tidak melanggar kode etik. Keputusan itu dianggap sebagai pengakuan atas kebebasan berekspresi dalam ruang publik politik.
Kini, dengan jabatan baru sebagai pemimpin DPW PAN Jakarta, Uya Kuya diharapkan mampu memperkuat basis elektoral partai menjelang Pemilu 2029. Menggantikan Eko Patrio yang sebelumnya memimpin DPW Jakarta, tantangan terberatnya adalah merangkul generasi muda, memperluas jangkauan partai di wilayah urban, dan membangun kepercayaan publik pasca-kerumitan politik terkini.
Pelantikan juga akan mencakup seluruh pengurus DPD PAN se-Jakarta, menandai penyegaran struktural yang disiapkan partai untuk menghadapi dinamika politik ibukota yang kian kompleks.















