Home Berita Olah Raga Manchester United Bongkar Alasan Sebenarnya Pecat Ruben Amorim

Manchester United Bongkar Alasan Sebenarnya Pecat Ruben Amorim

Sumbawanews.com,- CEO Manchester United, Omar Berrada, akhirnya membuka suara mengenai pemecatan Ruben Amorim pada Januari 2026—dan bukan karena taktik atau kualitas pelatihan yang menjadi akar masalah.

Berrada menegaskan, keputusan itu diambil karena Amorim terlalu kaku dalam mempertahankan filosofi bermainnya, meski skuad Manchester United jelas tidak dirancang untuk menjalankan sistem 3-4-3 yang menjadi ciri khasnya. Pelatih asal Portugal itu dianggap gagal beradaptasi dengan realitas tim yang ia terima di tengah musim, setelah menggantikan Erik ten Hag pada Oktober 2024.

Meski manajemen memberikan dukungan finansial besar—menggelontorkan lebih dari 200 juta poundsterling untuk merekrut pemain sesuai kebutuhan Amorim—hasil di lapangan tetap tak memuaskan. Performa tim terus merosot, hingga akhirnya berakhir dengan posisi ke-15 di Liga Inggris, rekor terburuk dalam sejarah klub.

Amorim sendiri sempat menolak mengubah pendekatannya, bahkan ketika kritik menggunung. Ia berkeras bahwa keyakinannya pada gaya bermain yang sukses di Sporting Lisbon adalah fondasi yang tak boleh dikorbankan. Namun, di Old Trafford, keteguhan itu justru dianggap sebagai hambatan.

Ketegangan semakin memuncak setelah laga imbang 1-1 melawan Leeds United pada Januari, yang menjadi titik balik. Tak hanya itu, Amorim juga mengkritik struktur internal klub, mengeluh bahwa otoritasnya sebagai pelatih tidak sepenuhnya didukung oleh manajemen.

Dalam sesi wawancara di Financial Times Weekend Festival di New York, Berrada menegaskan: “Bukan taktik atau bakat. Pelatih datang di tengah musim tanpa persiapan pramusim, dan di bawah tekanan luar biasa, dia terlalu berpegang teguh pada idenya—padahal saat itu adaptasi adalah kunci.”

Dengan demikian, kegagalan Amorim bukan soal kecerdasan strategis, melainkan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan realitas klub yang kompleks—sebuah pelajaran pahit tentang bagaimana keberhasilan di satu tempat belum tentu bisa diterapkan di tempat lain.

Previous articleSprint Race MotoGP Belanda 2026: Marquez Berburu Kemenangan di Assen
Next articleGol Iran Dianulir, Karena Kiper Mesir Telah Meninggalkan Gawang