Mengubah Arah Kompetisi:
PT Al Royan Cahya Mandiri Hancurkan Tradisi Kuno Penampungan PMI
Dalam penguatan Perwakilan PT Al Royan Cahya Mandiri, Hendra Gunawan SH, mengisahkan. selama puluhan tahun, para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dipaksa tunduk pada sistem kuno. Mereka harus meninggalkan keluarga lebih awal, terisolasi di pusat-pusat penampungan padat di Pulau Jawa hanya untuk menunggu selembar visa ke Malaysia, Hong Kong, atau Singapura.
Dijelaskan Hendra, dominasi cara lama itu kini resmi ditantang oleh gebrakan baru dari daerah dikatakan Hendra, PT Al Royan Cahya Mandiri hadir membalikkan arah kompas kompetisi industri penempatan PMI. Membawa visi segar sebagai putra daerah, “ perusahaan ini memindahkan seluruh rantai proses birokrasi dan persiapan langsung ke bumi NTB. Tidak ada lagi cerita pilu calon tenaga kerja yang terlunta-lunta di luar pulau sebelum keberangkatan” bahkan Hendra menegaskan Zaman sudah berubah, tetapi mengapa sistem penempatan kita masih sekuno seperti dulu? Tanya Perwakilan PT Al Royan Cahya Mandiri.
“ Kini Kami datang membawa perubahan radikal. Semua proses diselesaikan di daerah sendiri,” ujar perwakilan manajemen.PT Al Royan, secara otomatis pola baru yang diterapkan oleh perusahan yang di gawanginya secara pasti memberikan dampak psikologis yang masif bagi para pekerja.
Dapat dikatakan hanya PT Al Royan Cahya Mandiri, mengkondisikan calon PMI menunggu visa mereka terbit dari rumah sendiri. Mereka tetap dekat dengan anak, suami, istri, dan orang-orang tersayang hingga hari keberangkatan tiba.
Kehadiran fisik keluarga terbukti memberikan ketenangan hati yang luar biasa—modal mental krusial sebelum mereka terbang meraih mimpi di negeri orang.Langkah berani PT Al Royan Cahya Mandiri bukan sekadar urusan bisnis bisnis pengiriman komoditas tenaga kerja. Ini adalah gerakan moral putra daerah untuk membangun harkat warga NTB. Dengan memotong jalur penampungan luar pulau yang tidak efisien, perusahaan ini membuktikan bahwa NTB mandiri secara sistem dan mampu melindungi warganya sejak dari rumah. Kompetisi industri kini telah berubah arah: siapa yang memanusiakan pekerja sejak awal, dialah pemenangnya. (Adv).















