Sumbawanews.com,- Jakarta – Harry Maguire tak menyembunyikan kekhawatirannya terhadap masa depan Kobbie Mainoo di Manchester United jika Ruben Amorim tetap memimpin tim. Menurut bek berpengalaman itu, pemain muda lulusan akademi MU itu berisiko meninggalkan klub jika tidak mendapat kesempatan bermain rutin di bawah arahan pelatih Portugal itu.
Pada musim 2025/26, Mainoo nyaris terpinggirkan. Di bawah sistem dua gelandang tengah yang diterapkan Amorim, Bruno Fernandes menjadi pilihan tak tergantikan, sementara Mainoo — yang saat itu baru berusia 20 tahun — terpaksa puas menjadi cadangan. Rumor kepindahan pun bermunculan, didorong kebutuhan sang pemain akan menit bermain yang konsisten untuk mengembangkan karier.
“Semua berawal dari formasi Amorim yang memprioritaskan Bruno di tengah,” ujar Maguire dalam wawancara dengan *Mirror*. “Mainoo masih muda, belum sepenuhnya matang secara taktis, dan itu membuatnya sulit bersaing. Tapi kini, dia sudah membuktikan diri. Saya yakin, jika Amorim tetap bertahan, Mainoo akan mencari klub lain.”
Kondisi berubah drastis setelah Michael Carrick menggantikan Amorim pada paruh musim. Dengan sistem yang lebih fleksibel dan kepercayaan penuh dari pelatih baru, Mainoo langsung dipercaya sebagai starter. Hasilnya? Lini tengah MU menjadi lebih seimbang, solid, dan menjadi tulang punggung keberhasilan tim meraih tiket Liga Champions musim depan.
“Mainoo adalah anak Manchester. Akademi kami melahirkan pemain seperti dia — bukan hanya berbakat, tapi punya hati untuk klub ini,” tegas Maguire. “Dia bisa bertahan di sini selama satu dekade. Kemampuan menguasai bola, kecerdasan posisi, dan daya atletisnya sudah melampaui usianya. Saya yakin, karier terbaiknya masih di depan mata.”
Pernyataan Maguire bukan sekadar pujian. Ia melihat Mainoo sebagai simbol harapan MU untuk kembali membangun identitas klub melalui pemain lokal, bukan hanya mengandalkan bintang mahal. Di tengah kritik terhadap kebijakan transfer dan manajemen, kebangkitan Mainoo menjadi satu-satunya cahaya positif yang konsisten sejak pergantian pelatih.
Bagi penggemar MU, pesan Maguire jelas: jangan biarkan bakat lokal itu pergi karena keputusan taktis yang kaku. Kobbie Mainoo bukan sekadar pemain muda yang sedang naik daun — dia adalah masa depan yang sedang dibangun, dan keputusan manajerial saat ini akan menentukan apakah ia tetap menjadi bagian dari sejarah klub, atau hanya menjadi kenangan yang terlalu cepat berlalu.















