Sumbawanews.com,- Real Madrid resmi memperkuat lini belakang dengan kedatangan Marc Cucurella dari Chelsea pada bursa transfer musim panas 2026, dengan nilai transfer sebesar 55 juta euro. Namun, kehadirannya di Santiago Bernabéu bukan sekadar penambahan pemain—ia langsung mengajak rekan setimnya di Stamford Bridge, Enzo Fernández, untuk menyusulnya.
Cucurella, yang baru saja menyelesaikan proses pindahnya dari Chelsea ke Madrid, mengaku telah menerima ucapan selamat secara langsung dari Fernández saat pengumuman resmi kepindahannya. Dalam wawancara eksklusif dengan Goal, bek asal Spanyol itu tak menyembunyikan harapannya agar sang gelandang Argentina juga bergabung di musim yang sama.
“Dia adalah pemain hebat dan teman dekat saya. Ketika saya resmi pindah, dia langsung menghubungi saya. Saya berharap dia bisa bergabung bersama saya di Madrid—saya akan sangat senang jika itu terjadi,” ujar Cucurella, 27, yang menjadi rekrutan pertama Real Madrid di bawah pelatih baru Jose Mourinho.
Kedekatan pribadi antara keduanya tak hanya terbentuk di lapangan, tapi juga di luar lapangan. Keduanya pernah bermain berdampingan di Chelsea selama satu musim penuh, dan kekompakan mereka di tengah lapangan menjadi sorotan banyak pihak. Kini, dengan Cucurella sudah berada di kubu Los Blancos, tekanan untuk memboyong Fernández pun mulai meningkat—terutama mengingat Real Madrid tengah membangun kembali lini tengah setelah kepergian beberapa pemain kunci.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari klub maupun agen Fernández, keinginan Cucurella telah memicu spekulasi luas di kalangan penggemar dan media Eropa. Jika terwujud, duo Argentina-Spanyol ini akan menjadi salah satu kombinasi paling menarik di lini tengah dan belakang Real Madrid musim depan.
Piala Dunia 2026 yang sedang berlangsung menjadi latar belakang penting—kedua pemain sama-sama menjadi bagian dari tim nasional masing-masing, dan performa mereka di turnamen global ini bisa menjadi faktor penentu dalam negosiasi transfer. Bagi Real Madrid, merekrut Fernández bukan hanya soal kualitas teknis, tapi juga simbol keberlanjutan: membangun tim dengan pemain yang sudah terbukti mampu beradaptasi di level tertinggi, dan yang memiliki ikatan emosional kuat dengan rekan-rekan barunya.
Sementara itu, Chelsea masih mempertahankan sikap diam. Klub asal London itu belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan kepergian Fernández, meski banyak pihak meyakini bahwa tekanan finansial dan kebutuhan untuk meregenerasi skuad bisa membuat mereka terbuka untuk negosiasi.
Dengan Cucurella sudah berada di Madrid, langkah berikutnya justru lebih menarik: apakah Enzo Fernández akan menjawab ajakan temannya, atau memilih jalan lain? Jawabannya mungkin akan terungkap dalam beberapa minggu mendatang—dan bisa saja mengubah wajah Liga Spanyol musim depan.















