Home Berita Olah Raga Son Heung-min Menyesal, Korea Selatan Gagal Langsung Lolos ke 32 Besar

Son Heung-min Menyesal, Korea Selatan Gagal Langsung Lolos ke 32 Besar

Sumbawanews.com,- Monterrey — Kegagalan Korea Selatan meraih kemenangan atas Afrika Selatan dalam laga penentuan fase grup Piala Dunia 2026 berbuah penyesalan mendalam bagi kapten sekaligus bintang utama mereka, Son Heung-min. Tim Taegeuk Warriors kalah 0-1 di Monterrey Stadium pada Kamis (25/6/2026) pagi WIB, akibat gol tunggal Thapelo Maseko di babak kedua. Hasil itu membuat Korea Selatan terperangkap di posisi tiga Grup A, dan harus menunggu hasil laga lain untuk menentukan nasibnya di babak 32 besar lewat slot tim peringkat ketiga terbaik.

Son, yang baru masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua, tak mampu mengubah jalannya pertandingan. Meski dikenal sebagai mesin gol dan penggerak serangan, ia mengaku tidak bisa memberikan kontribusi maksimal karena tidak menjadi starter — keputusan yang telah direncanakan pelatih Hong Myung-bo sejak awal. Namun, kekecewaan yang dirasakannya bukan karena keputusan taktis, melainkan karena merasa gagal membantu rekan-rekannya di saat paling krusial.

“Sangat mengecewakan bahwa kami tidak bisa meraih hasil yang diinginkan. Sebagai pemain, kami sangat kecewa,” ujar Son dalam pernyataan yang dikutip *Korea Times*. “Saya merasa menyesal karena tidak bisa lebih banyak membantu di lapangan. Sejujurnya, saya tidak punya lagi yang bisa saya berikan.”

Son dengan tegas membantah spekulasi adanya ketegangan di ruang ganti. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk tidak memainkannya sebagai starter bukanlah bentuk sanksi atau konflik internal, melainkan strategi yang telah disepakati bersama tim. “Tidak ada masalah di antara para pemain. Kami semua berjuang habis-habisan. Yang paling kecewa justru kami sendiri — tapi suasana tim tetap solid, tidak ada yang retak.”

Kekalahan ini mengakhiri harapan Korea Selatan untuk lolos langsung ke babak gugur. Dengan tiga pertandingan, mereka mengoleksi satu kemenangan, satu seri, dan dua kekalahan, dengan selisih gol -1 dan poin 3. Mereka kini bergantung pada hasil pertandingan lain di Grup A, khususnya antara Meksiko dan Republik Ceko, untuk menentukan apakah mereka bisa melaju sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik.

Son, yang kini telah bermain di empat edisi Piala Dunia, tampak kehilangan ekspresi saat meninggalkan lapangan. Baginya, ini bukan hanya kegagalan tim, tapi mungkin momen terakhirnya untuk membawa Korea Selatan melangkah jauh di pentas dunia. Dengan usia yang terus bertambah dan tekanan besar sebagai simbol sepak bola negaranya, penyesalan ini mungkin akan terus menghantui — bukan karena ia gagal mencetak gol, tapi karena ia tidak sempat membuktikan bahwa ia masih bisa menjadi penentu kemenangan di saat paling dibutuhkan.

Sementara itu, Afrika Selatan, yang sebelumnya dianggap sebagai tim underdog, merayakan kemenangan bersejarah mereka. Gol Maseko menjadi penanda kebangkitan Bafana Bafana, yang kini berpeluang melaju ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak 2010.

Previous articleRio Ferdinand Tegur Narasi Berlebihan Soal Timnas Inggris
Next articleShin Tae-yong Tinjau Langsung Fasilitas Latihan Persija Jelang Musim Baru