Home Berita Olah Raga Gilberto Mora, Remaja 17 Tahun, Catat Sejarah sebagai Starter Termuda Piala Dunia...

Gilberto Mora, Remaja 17 Tahun, Catat Sejarah sebagai Starter Termuda Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Di tengah gemerlap bintang-bintang besar, muncul sosok yang membuat dunia sepak bola berhenti sejenak. Gilberto Mora, remaja berusia 17 tahun 253 hari dari Meksiko, menjadi pemain termuda yang pernah memulai laga sebagai starter dalam sejarah Piala Dunia sejak 1930. Penampilannya di lapangan melawan Republik Ceko pada 24 Juni 2026, bukan sekadar momen kecil—ia adalah tonggak sejarah.

Dipercaya pelatih Javier Aguirre untuk memulai laga pamungkas Grup A, Mora tampil tenang di tengah lapangan, mengendalikan ritme permainan dengan kematangan yang tak lazim bagi seorang remaja. Meksiko menang 3-0, sekaligus menyegel posisi juara grup tanpa kekalahan. Namun, yang lebih berarti bagi sejarah adalah: Mora menjadi pemain termuda yang pernah menjadi starter untuk Meksiko di ajang dunia, sekaligus menempati posisi keenam dalam daftar starter termuda sepanjang masa Piala Dunia.

Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Manuel “Chaquetas” Rosas, yang bermain pada usia 18 tahun 88 hari di Piala Dunia 1930. Kini, Mora menggesernya—dan masuk dalam jajaran legenda muda seperti Norman Whiteside (Irlandia Utara, 17 tahun 41 hari di 1982), Pelé (Brasil, 17 tahun 235 hari di 1958), hingga dua pemain Nigeria yang menghuni peringkat dua dan lima.

Mora bukanlah pemain yang tiba-tiba muncul dari ketiadaan. Ia sudah menorehkan rekor sejak usia 15 tahun, ketika menjadi starter sekaligus pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Meksiko pada Agustus 2024. Setahun kemudian, ia menjadi debutan termuda Timnas Meksiko senior pada usia 16 tahun. Bahkan, di laga pembuka Grup A melawan Afrika Selatan pada 11 Juni lalu, ia sudah menjadi pemain termuda yang tampil di Piala Dunia 2026—meski hanya sebagai pengganti.

Cedera pangkal paha yang menghentikannya selama dua bulan di awal tahun sempat membuat Aguirre ragu memainkannya. Tapi ketika kesempatan datang, Mora tak hanya memanfaatkannya—ia mengubahnya menjadi simbol harapan. Di klubnya, Club Tijuana, ia dikenal sebagai “Morita”, julukan yang menggambarkan kecilnya tubuh tapi besar hatinya.

Dengan bakat yang terasah di liga domestik dan mentalitas yang tenang di panggung terbesar, Mora bukan sekadar fenomena sementara. Ia adalah generasi baru yang lahir di era di mana usia bukan lagi batasan, melainkan bahan bakar. Di bawah sorotan kamera dunia, ia membuktikan bahwa keajaiban tak selalu datang dari pengalaman—kadang, ia lahir dari usia yang masih berbau susu, tapi pikiran dan kakinya sudah siap mengguncang dunia.

Dengan Meksiko melangkah ke babak 32 besar, dan Mora yang kini menjadi bintang kecil dengan jejak raksasa, satu hal pasti: nama Gilberto Mora akan terukir di buku sejarah—bukan hanya sebagai pemain termuda, tapi sebagai simbol masa depan sepak bola global.

Previous articleMeccha Chameleon Tembus 7 Juta Penjualan dalam 12 Hari Tanpa Iklan
Next articleOPPO Reno16 Series Meluncur dengan Desain Planet 3D dan Kamera Selfie 50MP Ultra-Wide