Sumbawanews.com,- Jakarta — Dalam momen bersejarah yang memecah rekor 128 tahun, Afrika Selatan akhirnya menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaannya. Kemenangan 1-0 atas Korea Selatan pada matchday terakhir Grup A, Kamis (25/6/2026), mengantarkan Bafana Bafana sebagai runner-up grup di belakang Meksiko, sekaligus mengakhiri catatan buruk mereka yang selalu gagal melewati fase penyisihan.
Sejak debut di Prancis 1998, tim asal Afrika Selatan telah tampil empat kali di putaran final Piala Dunia — 1998, 2002, 2010, dan kini 2026. Di ketiga kesempatan sebelumnya, mereka selalu tersingkir di fase grup. Pada 2010, saat menjadi tuan rumah, mereka bahkan menjadi negara tuan rumah pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal lolos dari fase penyisihan, meski menang 2-1 atas Prancis.
Kali ini, semuanya berbeda. Dengan kemenangan tipis 1-0 atas Korea Selatan di Stadion MetLife, New Jersey, Afrika Selatan mengamankan poin keempat di Grup A. Gol penentu diciptakan oleh striker berusia 23 tahun, Thembinkosi Lorch, pada menit ke-67, memanfaatkan umpan silang dari kapten Themba Zwane. Pertahanan rapat yang dibangun pelatih Hugo Broos, ditambah kinerja gemilang kiper Ronwen Williams yang menyelamatkan dua peluang emas lawan, menjadi kunci keberhasilan mereka.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Ini adalah simbol kebangkitan sepak bola Afrika Selatan setelah bertahun-tahun terjebak dalam siklus kegagalan. Di era 1998, mereka finis ketiga di Grup C setelah imbang melawan Denmark dan Arab Saudi, lalu kalah dari Prancis. Di 2002, meski mengumpulkan empat poin, mereka tersingkir karena selisih gol lebih buruk dari Paraguay. Di 2010, meski menang di laga pamungkas, mereka tetap kalah selisih gol dari Meksiko.
Kini, setelah 16 tahun menanti, Bafana Bafana akhirnya menulis babak baru. Mereka menjadi tim Afrika keempat yang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026, menyusul Meksiko, Maroko, dan Mesir. Di babak 32 besar, mereka akan menghadapi juara Grup B, Swiss — tim yang dikenal disiplin, terorganisir, dan penuh pengalaman di level internasional.
“Ini bukan hanya kemenangan, ini adalah warisan,” ujar Broos usai laga. “Kami tidak hanya bermain untuk hari ini. Kami bermain untuk anak-anak di township, untuk generasi yang selama ini percaya bahwa Afrika Selatan bisa lebih dari sekadar tuan rumah yang gagal.”
Dengan pencapaian ini, Afrika Selatan tidak hanya menorehkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang lolos ke fase gugur Piala Dunia di luar Afrika — mereka juga membuktikan bahwa ketahanan, kerja tim, dan keyakinan bisa mengalahkan statistik dan ekspektasi.
Kini, dunia menanti: apakah Bafana Bafana bisa melanjutkan mimpi mereka ke babak 16 besar? Ataukah sejarah ini cukup menjadi puncak kejayaan mereka? Yang pasti, malam 25 Juni 2026 akan selamanya diingat sebagai titik balik sepak bola Afrika Selatan.















