Sumbawanews.com,- Skuad Timnas Inggris memilih meninggalkan konser musik country lebih awal demi mematuhi aturan jam malam yang diterapkan pelatih Thomas Tuchel, meski sempat menikmati waktu santai setelah kemenangan 4-2 atas Kroasia di fase grup Piala Dunia 2026.
Kesempatan libur pada Jumat lalu dimanfaatkan sejumlah pemain untuk melepas penat. Bek Dan Burn, bersama kiper Jason Steele dan kapten Harry Kane, menyempatkan diri menonton penampilan penyanyi country Amerika Serikat, Ella Langley. Burn tampil dengan gaya khas—memakai topi koboi dan sepatu boots—sebagai bentuk kecintaannya pada musik country. “Itu hari untuk keluarga dan teman. Istri saya datang dari Dallas, dan saya habiskan waktu bersamanya sepanjang hari,” ujarnya kepada talkSport.
Namun, keinginan untuk menonton konser hingga selesai harus ditepis. Lokasi pertunjukan di West Palm Beach membuat mereka berisiko melewati jam malam yang ketat ditetapkan Tuchel. “Kami tidak mungkin kembali tepat waktu. Jadi, kami memutuskan untuk pulang lebih awal,” kata Burn.
Di balik kesan serius sebagai kapten tim, Kane ternyata penggemar berat musik country. Menurut Burn, lagu-lagu dari Morgan Wallen, Zach Bryan, dan Luke Combs sering mengalun di ruang istirahat tim. “Kami punya pemutar piringan hitam di hotel. Saat giliran kapten memilih lagu, hampir pasti yang diputar adalah country,” tambahnya.
Tuchel, yang dikenal disiplin sejak menangani Chelsea dan Bayern Munich, memang memberi ruang bagi pemain untuk bersantai, tetapi dengan batasan jelas. Kedisiplinan ini menjadi fondasi utama tim dalam menjaga fokus di tengah tekanan Piala Dunia. Setelah malam itu, skuad Inggris kembali berfokus pada persiapan menghadapi Ghana, laga berikutnya yang menentukan kelanjutan perjalanan mereka di turnamen.
Dengan keberhasilan menyeimbangkan kebebasan dan aturan, Tim Inggris menunjukkan bahwa kesuksesan di level tertinggi bukan hanya soal teknik, tapi juga ketegasan manajemen dan kesadaran kolektif.















